Berita Banjarmasin

Pertokoan Terminal Induk Palnam Sudah Setahun Lebih Dibiarkan Kosong, Pedagang Pilih Jualan di Sini

Lengang, itulah yang pertama kali terlihat saat berkunjung ke satu sudut bangunan di Terminal Induk Palnam Kota Banjarmasin, Kalsel, Senin

Pertokoan Terminal Induk Palnam Sudah Setahun Lebih Dibiarkan Kosong, Pedagang Pilih Jualan di Sini
Banjarmasinpost.co.id/Ahmad Rizky Abdul Gani
Kondisi pertokoan di gedung baru Terminal induk Palnam Kota Banjarmasin Kalsel yang masih lengang penghuni. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Lengang, itulah yang pertama kali terlihat saat berkunjung ke satu sudut bangunan di Terminal Induk Palnam Kota Banjarmasin, Kalsel, Senin (30/12/2019) siang.

Bercat biru muda dan bertutupkan rolling door pada setiap-tiap biliknya, bangunan itu juga sudah nampak sejumlah spanduk yang seolah menandakan nama masing-masing penghuni toko.

Sayangnya, meski banyak spanduk yang terpasang rupanya belum bisa menjadi patokan itu ramai, baik oleh pembeli maupun pedagang.

Berdasarkan pantauan Banjarmasinpost.co.id Senin (30/12/2019) siang tadi hanya satu atau dua bilik saja yang terlihat berpenghuni.

Terletak di sisi barat bangunan Terminal Induk Palnam, keberadaannya pun masih cukup jauh dari keramaian kedatangan atau keberangkatan penumpang.

Israirah, salah satu pedagang sudah sekitar 1,5 tahun menempati bilik pertokoan Terminal Induk Palnam tersebut.

Keterkaitan Medina Zein dengan Kasus Narkoba Ibra Azhari Terjawab,Terjerumus karena Kakak Ipar?

Gisella Anastasia Singgung Rambut Kaki Wijin, Ternyata Terkait dengan Putri Gading Marten

Blak-blakan Vanessa Angel Pajang Foto Bareng Sang Suami, Penegasan Bukan Ichsan Munte

Menempati bilik yang berukuran sekitar 2×3 meter persegi, berbagai barang dagangan pun ia gelar demi menarik pembeli.

Meskipun usahanya tersebut ia akui tidak seramai beberapa tahun lalu. Terutama ketika ia masih berjualan di seberang jalan, namun Israirah mengaku tetap bersyukur dengan penghasilannya sekarang.

"Ya kalau dibilang sepi, tapi tetap ada pembeli. Dibilang rame, kalian bisa lihat sendiri kondisi di sini. Jadi saya paling hanya bisa pasrah," ujarnya.

Untungnya tambah Israirah dengan kondisi pertokoan yang masih jauh ramai oleh penghuni itu, menuntut iuran sewa toko yang tidak mahal. Ia hanya membayar Rp 100 ribu perbulan.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved