Berita HST

Studi Kelayakan Bandara di Hulu Sungai Tengah Bakal Disiapkan

Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah berencana membuat studi kelayakan pembangunan bandara di Hulu Sungai Tengah pada 2020 mendatang.

Studi Kelayakan Bandara di Hulu Sungai Tengah Bakal Disiapkan
Tribun Jateng/Dini Suciatiningrum
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah berencana membuat studi kelayakan pembangunan bandara di Hulu Sungai Tengah pada 2020 mendatang.

Hal ini berdasarkan reses pertama anggota Komisi V DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda.

Menurut Rifqi, bandara menjadi pilihan untuk membuka konektivitas kawasan Hulu Sungai.

Selain melalui jalur darat yang saat ini masih selesaikan poros Hulu Sungai II jalur Bajarmasin, Marabahan, Margasari, Nagara, HSU, dan Tabalong.

Menurutnya, pembangunan bandara penting mengingat konektivitas di wilayah Hulu Sungai tak dapat dilalui jalur air. Terlebih posisi Hulu Sungai yang berada di tengah-tengah, membuat tak adanya pelabuhan sebagai jalur alternatif.

Bukan Puting Beliung, Begini Penjelasan BMKG Soal Bencana Alam yang Landa Kalsel Minggu Dinihari

Trafo Listrik Mengeluarkan Asap dan Api, Polisi Buru-buru Amankan Lalu Lintas di Kota Martapura

Meski Diguyur Hujan Lebat, Debit Air Sungai di HST Masih Normal

Jalur satu-satunya melalui darat. Namun, mengingat pentingnya bandara untuk wilayah sekitarnya seperti HSS, Tabalong, dan Kalimantan Tengah.

"Yang memungkinkan membangun bandara di perbatasan HSS dengan HST. Atau membangun di HST karena posisinya di tengah-tengah. Loksado itu merupakan wilayah pariwisata nasional, namun karena posisinya dan jaraknya yang jauh wisatawan enggan. Dengan adanya bandara ini kami mengharap sektor pariwisata dapat maksimal. Belum lagi sektor lainnya," bebernya.

Meski demikian, belum pasti berapa luasan lahan yang diperlukan. Mengingat studi kelayakan baru akan dibuat melalui APBD Perubahan HST pada 2020 mendatang.

"Hal bersifat teknis pasca selesainya studi kelayakan, masih kami tunggu. Yang penting sudah ada komitmen bersama antara Pemkab HST, Pemprov Kalsel dan Pemerintah Pusat.

Menurut Rifqi bonus demografi puluhan juta ke depan, sebagai dampak dipindahkannya ibukota baru ke Kabupaten Penajam Paser Utara yang berbatasan dengan kawasan Hulu Sungai, merupakan peluang.

Halaman
12
Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved