Kesehatan

Terbukti Ampuh Mengusir Nyamuk, Kanker Paru Mengintai di Balik Manfaat Obat Anti Nyamuk Bakar

Obat anti nyamuk memang terbukti ampuh mengusir nyamuk yang sering membuat kita gatal-gatal saat digigitnya.

Terbukti Ampuh Mengusir Nyamuk, Kanker Paru Mengintai di Balik Manfaat Obat Anti Nyamuk Bakar
istock
Obat Nyamuk 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Obat anti nyamuk memang terbukti ampuh mengusir nyamuk yang sering membuat kita gatal-gatal saat digigitnya.

Namun tahukah, dibalik manfaatnya itu tersimpan risiko bagi kesehatan manusia, baik obat anti nyamuk yang penggunaannya disemprot, dibakar, dipanaskan (dengan listrik), maupun yang dioleskan ke tubuh.

Bahkan salah satu zat kimia yang terkandung di dalam obat anti nyamuk bisa memicu kanker paru-paru.

Diketahui kebanyakan produk obat antinyamuk terbuat dari bahan kimia sintetik yang termasuk ke dalam golongan pestisida seperti senyawa kimia organofosfat (diklorvos/DDVP) dan karbamat (antara lain, propoxur).

Dimana kedua senyawa tersebut bisa menghambat kerja enzim acetylcholinesterase (AChE), yaitu enzim yang berkerja pada sistem sawar otak dan dapat memicu transfer sinyal (neurotransmitter) pada saraf manusia.

2 Pesan Penting Ahmad Dhani Setelah Bebas, Suami Mulan Jameela Sebut Soal Prabowo dan Pelapornya

Hasil Tes Urine Medina Zein Keluar, Ipar Ibra Azhari yang Sempat Berseteru Zaskia Sungkar Positif?

41 Kata Mutiara untuk Ucapan Selamat Tahun Baru 2020 dalam Bahasa Inggris Lengkap Terjemahan

Menurut paparan Dr. rer. nat. Budiawan, ada beberapa tanda seorang keracunan obat anti nyamuk.

"Jadi jika kita merasa pusing, mual, setelah mencium obat antinyamuk, itu tandanya kita sudah keracunan,” ungkap Budiawan.

Selain bahan kimia organofosfat dan karbamat, kebanyakan obat anti nyamuk yang beredar saat ini ternyata mengandung bahan kimia aktif golongan pyrethroid, diantaranya allethrin, bioallethrin dan transflutrin.

"Tentu semua bahan insektisida pada prinsipnya sangat berbahaya. Apalagi jika digunakan secara tidak proporsional, dapat memicu terjadinya kerusakan sistem saraf." Jelas Budiawan.

Apalagi pada beberapa obat anti nyamuk yang beredar di pasaran, ada penambahan S2 (octachloro dipropyl ether).

S2 menyebabkan obat anti nyamuk lebih ampuh membunuh segala nyamuk dan serangga lainnya, sepert kecoa, lalat, semut.

"Asal tahu jika dimasukan s2 jadinya lebih berbahaya bagi manusia, karena jika dibakar, bahan tersebut dapat menghasilkan BCME (bischloromethyl ether) yang berisiko memicu kanker paru-paru," tutup Direktur Pusat Kajian Risiko dan Keselamatan Lingkungan FMIPA, Universitas Indonesia (Puska RKL UI) ini, yang juga peneliti dan dosen Toksikologi pada Departemen Kimia FMIPA UI.

Melihat pemaparan tersebut bukan berarti kita dilarang untuk menggunakan produk antinyamuk.

Akan tetapi, saat menggunakannya ada baiknya hindari paparan langsung atau menghirup langsung obat anti nyamuk tersebut agar terhindar dari risiko kesehatan tersebut.

Artikel sudah tayang di health.grid.id berjudul Obat Anti Nyamuk Bakar Ini Memicu Kanker Paru, Jangan Dipakai Lagi

Editor: Edinayanti
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved