Berita Batola

Jalan Rantau Bedauh Membahayakan Pengendara, Polres Batola Surati Pemkab untuk Pelebaran

Jalan Rantau Bedauh Membahayakan, Polres Batola Surati Pemkab untuk Pelebaran

Jalan Rantau Bedauh Membahayakan Pengendara, Polres Batola Surati Pemkab untuk Pelebaran
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Press realese akhir tahun 2019, Polres Batola, Selasa (31/12/19). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Polres Batola sudah menyurati Pemkab Batola terkait sempitjya jalan dari Desa Gampa Asahi menuju simpang tiga Jalan HM Yunus sekitar 6 sampai 8 kilometer Kecamatan Rantau Bedauh karena sangat membayakan pemakai jalan.

“Iya Pemkab Batola sudah kita surati untuk melakukan pengusulan pelebaran jalan di Rantau Bedauh ke Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XI. Kita harapkan, pelebaran jalan tersebut sudah bisa terealisasi pada 2020 mendatang,” kata Kapolres Batola AKBP Bagus Suseno, S.I.K, Selasa (31/12/19).

Menurut Bagus, kondisi sempitnya jalan nasional itu belum lagi di Kabupaten Batola masih adanya patahan-patahan jembatan yang membahayakan pemakai jalan di jembatan. Black spot atau kawasan membahayakan juga banyak ditemui di Anjir Pasar, Anjir Muara dan Jalan Goebenur Subarjo.

“Survai jalan-jalan yang masuk black spot bersama dishuh dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XI. juga sudah kita lakukan,” katanya. 

Rumah Tinggal 118 Jiwa di Kelurahan Raya Belanti Binuang Tapin Terendam Banjir

KUMPULAN 41 Kata-kata Mutiara dan Ucapan Selamat Tahun Baru 2020 dalam Bahasa Inggris Lengkap Arti

Ucapan Yang Tersayang Ryochin Saat Bersama Luna Maya, Penegasan Hubungan Seperti Faisal Nasimuddin?

Fakta Baru Medina Zein Diungkap Ayu Azhari, Soal Narkoba Ibra Azhari, Sang Kakak Sebut Prihatin

Menurutnya, budaya masyarakat juga kadang masih hidup di era 90-an sehingga kadang saat keluar dari gang dengan kendaraaan tak pernah melihat kanan-kiri sehingga sangat membahayakan pemakai jalan lainnya.

Sementara itu Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XI sudah berkali-kali memperjuangkan pelebaran jalan dari Desa Gampa Asahi menuju simpang tiga Jalan HM Yunus sekitar 6 sampai 8 kilometer, Kecamatan Rantau Bedauh yang kondisinya sangat sempit dan membahayakan pemakai jalan.

“Kita sudah beberapa kali memperjuangkan pelebaran jalan di Rantau Bedauh setiap tahun. Sayangnya prioritas dari pemerintah pusat itu melebarkan jalan dengan traffic (lalulintas) tinggi,” kata Widya Kusumo pejabat pembuat komitmen (PPK) Provinsi Kalsel Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XI.

Menurut Wimo, dari penilaian traffic di jalan kawasan Rantau Bedauh itu masih rendah. Untuk itu, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XI akan mencoba mengusulkan pelebaraan jalan di kawasan Rantau Bedauh berdasarkan kawasan blackspot atau dari sisi kerawanan kecelakaan lalulintas.

“Dari sisi potensi kecelakaan lalulintas, jalan sempat sangat potensi terjadinya kecelakaan. Untuk menentukan blackspot itu yang menentukan dari pihak Satlantas Polres Batola. Sudah bertahun-tahun kita mengusulkan pelebaran jalan Rantau Bedauh dan untuk lahan sudah siap,” katanya.

Menurutnya, dari sisi teknis lalulintas di jalan Rantau Bedauh masih rendah dan tidak pernah macet sehingga belum berdampak ke ekonomi. Namun dari sisi blackspot, kawasan Rantau Bedauh sangat rawan kecelakaan lalulintas.

“Kita akan sempat usulkan pelebaran jalan Rantau Bedauh lewat pendanaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), tapi belum tembus juga. Pendanaan jalan nasional selain lewat APBD bisa lewat SBSN,” katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved