BPost Cetak

Kejagung Mulai Periksa Saksi Kasus Jiwasraya, 10 Orang Ini Masuk Daftar Cegah

Kejaksaan Agung mulai Senin (30/12/2019) memeriksa saksi kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya.

Kejagung Mulai Periksa Saksi Kasus Jiwasraya, 10 Orang Ini Masuk Daftar Cegah
BPost Cetak
BPost Edisi Selasa (31/12/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kejaksaan Agung mulai Senin (30/12/2019) memeriksa saksi kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya.

”Memang benar hari ini dan besok kami ada pemanggilan dan mungkin nanti silakan saja tongkrongin di sana, siapa saja yang dipanggil.

Kemudian juga silakan nanti bertanya kepada mereka,” kata Jaksa Agung ST Burhanuddin di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemarin.

Ditanya soal penetapan tersangka, Burhanuddin enggan menjawab secara spesifik. Dia hanya mengatakan akan melakukan pemeriksaan secara lebih intens, khususnya mengenai potensi kerugian negara.

Ayah Baru Bilqis Disinggung Ayu Ting Ting Saat Ultah Anaknya Setelah Ramai Kabar dengan Didi Riyadi

Bisa Terbang 30 Jam Tanpa Awak, Kecepatan Pesawat Ciptaan PT Dirgantara Ini Bisa 235 Km Per Jam

Wahyudin Minta Laporan Tiap Jam, Debit Sungai di Kalsel Harus Difoto

Teriakan Ashanty Saat Aurel Singgung Ciumannya di Depan Atta Halilintar dan Anang Hermansyah

Kejagung sebelumnya mencegah 10 orang bepergian ke luar negeri terkait kasus Jiwasraya. Salah satu yang dicegah adalah mantan Direktur Utama, Hendrisman Rahim.

Selain itu mantan Direktur Pemasaran De Yong Adrian dan mantan Direktur Keuangan Hary Prasetyo. Mereka yang dicegah diduga terlibat dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi Jiwasraya.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Adi Toegarisman, menegaskan 10 orang yang dicegah tersebut tidak ada yang berada di luar negeri. Kejagung telah berkoordinasi dengan Imigrasi.

“Nggak ada yang melarikan diri. Kami sudah kirim informasi ke imigrasi sesuai prosedurnya, melalui JAM Intel dan sudah dilakukan pencegahan. Bagaimana update-nya, kita lihat perkembangannya,” papar Adi.

Dari 10 orang yang dicegah tersebut, dua di antaranya menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Senin (30/12).

“Kan saya sampaikan kemarin inisial-inisialnya sudah saya sampaikan. Nanti sambil berjalan prosesnya akan kelihatan siapa saja yang kita cekal. Saya pikir sudah jelas yang saya sampaikan kemarin bahwa ada 10 orang yang sudah kami cekal dan kami juga sudah sampaikan jadwal pemeriksaan hari ini 2, besok 2, kemudian 6, 7, 8 juga kami memanggil sekitar 20 orang,” kata Adi.

Adi mengatakan pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan, khususnya terkait aset-aset negara yang berkaitan dengan kasus ini. Dia pun menjelaskan soal alat-alat bukti yang saat ini masih coba didalami oleh Kejaksaan Agung.

Terima Suap Rp 46 Miliar dan TPPU Rp 87,4 miliar, Mantan Dirut Garuda Mengaku Khilaf

Awalnya Dikira Biawak, Saat Dipegang Ternyata Buaya Lalu Menerkam, Petani Ini Pun Terluka

Ditodong Senjata Api, 7 Karyawan Tak Berdaya saat Geng Perampok Angkut 42 Ton Karet

“Begini, dalam aturan KUHAP, alat bukti kan ada di pasal 184, saya pikir semua alat keterangan, saksi, dokumen, nanti kita akan himpun dan itu bisa dipadukan alat bukti saksi dan dokumen itu ada penyesuaiannya. Bisa kita simpulkan sebagai bukti petunjuk. Saya pikir nanti kita ber-improve bagaimana membuktikan peristiwa yang diduga pidana korupsi. Biar kami bekerja dalam koridor. Kami juga menerapkan hukum acara dan hukum materinya secara saksama,” ucap Adi. (tribun network/mam/igm/fik/dod)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved