Berita Banjarbaru

Sepanjang 2019, Imigrasi Kelas 1 A Banjarmasin Deportasi 20 WNA, Berikut Penjelasannya

Sepanjang 2019, Kantor Imigrasi Kelas I Banjarmasin memproses 32 pelanggaran izin Warga Negara Asing (WNA)

Sepanjang 2019, Imigrasi Kelas 1 A Banjarmasin Deportasi 20 WNA, Berikut Penjelasannya
banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin, Syahrifullah saat menggelar konferensi pers Capaian Kinerja 2019 di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin, Selasa (31/12) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID BANJARBARU -Sepanjang 2019, Kantor Imigrasi Kelas I Banjarmasin memproses 32 pelanggaran izin Warga Negara Asing (WNA) keimigrasian dan telah dilakukan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK).

"Dari pelanggaran sebanyak itu. Kami berikan berupa deportasi sebanyak 20 orang dan Pengenaan biaya beban Overstay kepada 12 orang lainnya" ungkap kepala Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin, Syahrifullah saat menggelar konferensi pers Capaian Kinerja 2019 di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin, Selasa (31/12) siang.

Dijelaskan Syahrifullah, dari sebanyak itu yang dideportasi adalah warga negara china yang mendominasi.

Sepanjang 2019 pula, Syahrifullah menjelaskan Kantor Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin juga menerbitkan ratusan izin tinggal terbatas kepada Warga Negara Asing (WNA).

Mantan Luna Maya, Ariel NOAH Ditagih Janji oleh Bunga Citra Lestari (BCL): Bilang Sayang Terus Lupa!

Tiga Orang Meninggal dalam Musibah Kebakaran yang Terjadi di Kota Banjarmasin

Tangis Dul Jaelani Saat Ditinggal Putra Ahmad Dhani, Sempat Syok dan Tolak Saran Maia Estianty

Malam Tahun Baru 2020 Tak Ada Car Free Night di Kota Banjarmasin, Dit Lantas Polda Kalsel Lakukan

"Sejauh ini ada 813 izin tinggal. Mayoritas pemegang lzin tinggal adalah Warga Negara Asing (WNA) berkebangsaan China, dan Korea Selatan untuk keperluan bekerja sedangkan dari Pakistan untuk kunjungan Keagamaan" tandasnya.

Mereka rata-rata kebanyakan bekerja di perusahaan, dimana emoat terbanyak yakni di PT Conch, PT Merge di Kab Banjar, dan di PLTU Asam-Asam dan Tanjung, serta di perusahaan Plywood di Basirih.

Pihaknya juga sudah membentum Tim Pengawas orang Asing (TIMPORA) tingkat kecamatan pada seluruh wilayah kerja Kantor Imigrasi Banjarmasin untuk meningkatkan pengawasan orang asing di Kalsel.

"Kami melakukan rapat dan pembentukan TIMPORA tingkat kecamatan pada seluruh wilayah kerja Kantor Imigrasi Banjarmasin guna memperketat pengawasan terhadap orang asing" runutnya.

Adapun Kepala Seksi Intelejen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin Muhamad Hariyadi menambahkan, selama 2019 Kantor Imigrasi Banjarmasin tidak mengeluarkan sanksi pidana.

Singgung Soal Mabuk, Nia Ramadhani Dicecar Pertanyaan oleh Ardi Bakrie, Ini Respon Sobat Jedar

Handphone Rekomendasi Awal Tahun 2020 Versi David Gadgetin, dari Merk iPhone, Samsung, Hingga Xiaomi

Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar Sudah Tidur Bareng? Putri Sambung Ashanty Itu Keceplosan!

"Tahun ini tidak ada yang mengarah ke pidana dalam hal pelanggaran imigrasi. Artinya pelanggaran imigrasi jauh menurun" lontar Hariyadi.

Dirinya pun berharap kedepan di 2020 juga tidak ada pelanggran imigrasi yang berat.

"Selama 2019 hanya tindakan deportasi atau biaya beban atau overstay. Mudah mudahan di 2020 yang akan datang tidak ada pelanggaran yang berarti" sebutnya. (banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved