BPost Cetak

Wahyudin Minta Laporan Tiap Jam, Debit Sungai di Kalsel Harus Difoto

Sejumlah kabupaten di Kalimantan Selatan telah menetapkan status darurat banjir yakni Hulu Sungai Selatan (HSS), Tapin, Banjar dan Baritokuala

Wahyudin Minta Laporan Tiap Jam, Debit Sungai di Kalsel Harus Difoto
BPost Cetak
BPost Edisi Selasa (31/12/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sejumlah kabupaten di Kalimantan Selatan telah menetapkan status darurat banjir yakni Hulu Sungai Selatan (HSS), Tapin, Banjar dan Baritokuala (Batola).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel pun meminta satuan tugas (satgas) BPBD di daerah tersebut untuk memfoto atau melaporkan debit air sungai setiap satu jam sekali.

“Saat ini laporannya masih dua kali sehari yakni pagi dan sore. Jika banjir mulai terjadi maka diminta laporannya tiap jam berupa foto dan penjelasan kenaikan debit air sungai,” kata Kepala BPBD Kalsel, Wahyuddin, saat rapat evaluasi kebakaran hutan dan lahan 2019 serta antisipasi banjir dan cuaca ekstrem di kantor Sekdaprov Kalsel, Banjarbaru, Senin (30/12).

BPBD Kalsel pun akan menaikkan status menjadi darurat banjir pada 2 Januari 2020. “Kami juga telah menyiapkan satgas, memetakan tempat-tempat yang terancam banjir, meninjau sungai dan jembatan yang banyak sampahnya serta peralatan seperti Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini, “ kata dia.

Bisa Terbang 30 Jam Tanpa Awak, Kecepatan Pesawat Ciptaan PT Dirgantara Ini Bisa 235 Km Per Jam

Teriakan Ashanty Saat Aurel Singgung Ciumannya di Depan Atta Halilintar dan Anang Hermansyah

Gerindra-Demokrat Usul Pansus, DPR Akan Pangil Akuntan Jiwasraya

Terima Suap Rp 46 Miliar dan TPPU Rp 87,4 miliar, Mantan Dirut Garuda Mengaku Khilaf

Daerah aliran sungai (DAS) yang rawan banjir antara lain di Tabalong dan Balangan. DAS lainnya berada di Tanahlaut, Tanahbumbu dan Kotabaru.

“Kami juga mengingatkan pemerintah daerah apakah sudah melakukan normalisasi sungai. Sungai yang bertahun-tahun tidak dilakukan pengerukan akan dikeruk lagi. Yang resapannya sudah hilang dibikin biopori agar air tidak langsung ke jalan atau dibikin embung. Sedangkan jangka panjangnya dilakukan reboisasi agar air hujan bisa meresap, “ jelas Wahyuddin.

Mengantisipasi banjir di perkotaan, Wahyudin meminta agar pemilik ruko atau toko tidak menyemen halaman, melainkan menggunakan bata pres saja.

Sekdaprov Kalsel, Abdul Haris Makkie, menambahkan dalam mencegah bencana alam memerlukan langkah antisipasi untuk mengkoordinasikan itu. Terkait Karhutla di samping koordinasi ditingkatkan, juga harus ada edukasi kepada masyarakat baik individu perorangan, maupun korporasi (kelompok).

“Harus dilakukan lebih instens lagi penyampaiannya kepada masyarakat, penegakan hukum itu penting tetapi sebelum itu sebaiknya dilakukan edukasi dan kedekatan,” ucapnya.

Diuraikan Sekda, Pemprov Kalsel ini dari tahun ke tahun selalu menanggulangi bencana. Belum sampai tahap secara teknis atau ilmiah dan teknologi bisa dilakukan terhadap penanggulangan Karhutla khususnya di lahan gambut.

Awalnya Dikira Biawak, Saat Dipegang Ternyata Buaya Lalu Menerkam, Petani Ini Pun Terluka

Sambut Tahun Baru 2020, Begini Doa Rasulullah yang Dianjurkan Dibaca di Akhir Tahun dan Awal Tahun

Ditodong Senjata Api, 7 Karyawan Tak Berdaya saat Geng Perampok Angkut 42 Ton Karet

“Kita pasti tidak ingin setiap tahun seperti itu terus, kemampuan penanganan bencana harus diperkuat sehingga dalam penanganannya lebih cepat lebih baik dan tepat sasaran,” ujarnya.

Ia meminta untuk penanggulangan bencana di wilayah Kalsel agar seluruh pihak terkait mampu berkoordinasi dan melakukan pemetaan tugas masing-masing dalam mengantisipasi bencana diharapkan melakukan langkah koordinasi dengan baik. (banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved