Berita Batola

Dinas Sosial Batola Batalkan Relokasi Tiga Sumur Bor yang Keluarkan Api, ini Alasannya

DINAS Sosial Kabupaten Batola resmi membatalkan rencana relokasi atau memindah tiga sumur bor di RT 01 dan 02 Sungai Sangkai Desa Bedandan

Dinas Sosial Batola Batalkan Relokasi Tiga Sumur Bor yang Keluarkan Api, ini Alasannya
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Kabid Pengendalian Dampak Lingkungan DLH Kabupaten Batola, Alfiansyah dan Ketua RT 02 H Barnawi (60) menyalakan api yang dari pipa sumur bor di RT 01 dan 02 Sungai Sangkai Desa Bedandan, Kecamatan Cerbon, Senin (2/12/19) sore. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - DINAS Sosial Kabupaten Batola resmi membatalkan rencana relokasi atau memindah tiga sumur bor di RT 01 dan 02 Sungai Sangkai Desa Bedandan, Kecamatan Cerbon, Kabupaten Batola yang mengeluarkan semburan api proyek bantuan sarana lingkungan (sarling) dari Kementerian Sosial RI.

“Iya setelah ada hasil uji sample dari dinas kesehatan Batola yang menyatakan air dari tiga sumur bor itu layak konsumsi asal dimasak, maka kita membatalkan rencana memindah atau merelokasi tiga sumur bor tersebut. Pada 2020 ini juga belum ada kejelasan bantuan sumur bor lagi dari Kementerian Sosial. Berarti air sumur bor itu bisa saja dimanfaatkan untuk masyarakat,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batola, Syekh Fuad, Rabu (1/1/20).

Dinas Kesehatan Kabupaten Batola akhirnya mengumumkan hasil uji sample air dari tiga sumur bor itu.

Laris Manis! Segini Keuntungan Jual Air dari Sumur Tua di Kota Martapura

Bete Sarwendah Imbas Kelakuan Betrand Peto Terungkap, Putra Ruben Onsu & Thalia Tepergok Lakukan Ini

Ganjalan Hati Paula Imbas Nama Bayi Baim Wong, Sohib Nagita Slavina & Raffi Ahmad Tak Sepakat?

“Dari pemeriksaan laboratorium, air sumur bor yang mengandung gas di Desa Badandan, Kecamatan Cerbon, Barito Kuala (Batola) dinyatakan tetap layak konsumsi, tapi harus dimasak terlebih dahulu sampai mendidih,” kata dr Azizah Sri Widari, Kepala Dinas Kesehatan Batola.

Menurut Sri, dari empat sumber air yang dijadikan sampel, tidak terkandung zat-zat berbahaya.

Jika pun ada, nilai zat yang ditemukan rata-rata masih di bawah batas maksimum.

Selain dari sumber air yang mengeluarkan gas, petugas dinkes juga mengambil sampel dari tiga sumber air lain sebagai pembanding.

Diakui Azizah, hasil laboratorium dari keempat titik tersebut nyaris sama.

Semua zat kimiawi yang terkandung masih dalam batas aman, mengingat air maupun gas merupakan unsur terpisah dan tak saling bercampur.

Menurutnya, hasil laboratorium menunjukkan pH atau keasaman keempat titik tersebut berkisar antara 6,19 hingga 7,30.

Halaman
12
Penulis: Edi Nugroho
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved