Berita Batola

Polres Batola Ungkap Dua Kasus Korupsi Dana Desa, Satu Tersangka Sempat Kabur Namun Ditangkap

Polres Batola Ungkap Dua Kasus Korupsi Dana Desa, Satu Tersangka Sempat Kabur Namun Ditangkap

Polres Batola Ungkap Dua Kasus Korupsi Dana Desa, Satu Tersangka Sempat Kabur Namun Ditangkap
humas polres batola
Kapolres Batola AKBP Bagus Suseno, S.I.K saat jumpa pers akhir tahun 2019 Polres Batola, Selasa (31/12/19) lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Polres Batola menangani dua kasus korupsi di wilayah kabupaten setempat.

Salah satu kasus korupsi yang diungkap yakni penyelewengan penggunaan dana desa oleh kepala desa Desa Belawang dengan kerugian negara Rp500 juta tahun anggaran 2017/2018.

“Kerugian negara Rp500 juta lebih itu dalam dua tahun anggaran yakni 2017-2018,” kata Kapolres Batola AKBP Bagus Suseno, S.I.K, Rabu (1/1/20).

Ditambahkan Bagus menjelaskan kasus korupsi lainnya yakni Bahrun Kades Sungai Rasau, Kecamatan Cerbon, Kabupaten Batola di Polres Batola, terkait korupsi dana desa Rp300 juta lebih.

“Iya, Polres Batola juga menangani kasus korupsi kades Bahrun,” katanya. 

Raja Tega Banjarbaru Dibekuk Polisi, Rampas Handphone Korban yang Sedang Makan Pentol

Petugas Polsek Banjarbaru Barat Amankan Puluhan Botol Miras dari Eks Lokalisasi

Janggalnya Sikap Ariel NOAH Saat Manggung di Pantai Ancol, Takut Bencana Ifan Seventeen Terulang?

Sosok Sri Wahyuni, Calon Menantu Cristiano Ronaldo, Cek Foto Penampakan Gadis yang Dilamar Martunis

Untuk diketahui, Bahrun, tersangka korupsi dana desa Sungai Rasau Rp300 lebih tahun 2017 sendiri terjeraat hutang sehingga nekad mengkorupsi dana desa yang dikelolanya. Begitu terjerat hutang, Bahrun pun melarikan diri ke Kaltim untuk menjual tanah untuk menebus hutang-hutangnya.

Bahrun sendiri sempat melarikan diri sejak 25 Juni 2018 lalu dan disergap polisi, Jumat (1/2/2019), di Kutai Kartanegara, Kaltim. Menurut Kapolres, berdasarkan laporan dari hasil perhitungan Inspektorat Batola yang diterima pihak Polres Batola, total kerugian negara akibat kasus ini berjumlah Rp 367.400.429.

Total kerugian uang tersebut terdiri dari dana Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SILPA) ABPDes tahun 2017 senilai Rp 107.872.804, yang tidak disetorkan ke kas desa, kekurangan volume pekerjaan tahun 2017 senilai Rp 169.699.140, pekerjaan yang tidak dilaksanakan senilai Rp 70.570.100, serta sisa pajak tahun 2017 yang tidak disetorkan ke kas negara senilai Rp 19.288.385.

Dana tersebut bersumber dari APBDes 2017 Desa Sungai Rasau, Kabupaten Batola, yang nilainya sebesar Rp 1.265.357.858 yang dibelanjakan, namun yang dibuatkan pertanggungjawabannya hanya senilai Rp 951.158.954. Sisanya, Rp 314.198.904, belum digunakan. Namun yang ada ada di rekening kas desa per Januari 2018 tadi hanya senilai Rp 1.453.000.

Tersangka Bahrun menggunakan sejumlah modus untuk korupsi, yakni pengadaan barang dan jasa tidak dilaksanakan secara swakelola, diborongkan dengan penyedia atau dikerjakan oleh penyedia.
Modus kedua, penunjukkan pemborong tidak dilakukan oleh tim pelaksana, namun ditunjuk oleh kades. Dan modus, ketiga, pengambilan uang di rekening kas desa bukan atas permintaan pelaksana, namun kemauan kades baik waktu dan jumlahnya.

(Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved