Berita Banjarbaru

Imigrasi Banjarmasin Tolak 14 Permohonan Paspor karena Dugaan ini

Puluhan ribu paspor telah diterbitkan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin dan Unit Layanan Paspor Barabai sepanjang 2019.

Imigrasi Banjarmasin Tolak 14 Permohonan Paspor karena Dugaan ini
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Kamis (2/1/2020) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Puluhan ribu paspor telah diterbitkan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin dan Unit Layanan Paspor Barabai sepanjang 2019.

"Telah diterbitkan paspor sebanyak 35.229 buah. dari semua itu, ada 14 permohonan paspor yang ditolak karena adanya dugaan bahwa yang bersangkutan akan bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural," ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin, Syahrifullah.

Menurut dia, dari 14 orang pemohon tersebut, tiga di antaranya diberikan penangguhan pemberian paspor.

Dijelaskan dia, sejauh ini permohonan paspor ke luar negeri yang tertampung di Imigrasi ada sebanyak 160 paspor per hari.

Kesedihan Dul Jaelani Pasca Ahmad Dhani Bebas, Putra Maia Estianty Ditinggal Al Ghazali & El Rumi

Sosok Sri Wahyuni, Calon Menantu Cristiano Ronaldo, Cek Foto Penampakan Gadis yang Dilamar Martunis

Begini Kisah Dokter Muda Asal Kalsel Saat Terjun Jadi Relawan Ketika Bencana Gempa Lombok

"Rata- rata masyarakat Kalsel untuk mengurus paspor ini memang keperluan untuk umrah. Selain itu wisata ke Singapura dan ziarah dan ke Malaysia," kata Syahrifullah.

Selain itu, selama 2019 ini ada inovasi yang diterapkan oleh Imigrasi Kelas 1 A Banjarmasin yakni satu alat bisa menscan dan memotret wajah hadir kantor di Imigrasi.

Begitu pemohon paspor ambil antrean nomor, maka pemohon memoto wajahnya dulu menghadap kamera kemudian akan keluar nomor antrean.

Menurutnya, Alat itu sudah sekitar satu minggu dipeoperasikan kantor Imigrasi Kelas 1 Banjarmasin.

"Oh, jadi ambil antrean ya pakai foto wajah dulu ya, sekarang," kawa Maghdalena. Warga Sungai Ulin yang ingin membuat paspor.

Menurut M Syahrifullah, alat tersebut untuk mempersempit ruang gerak calo, sebab pemohon paspor untuk mengurus harus datang sendiri karena mengambil nomor antrean pakai foto wajah.

"Kalau yang mengambil antrean tidak sama wajahnya dengan yang difoto tidak akan bisa. Dikuasakan pun tidak bisa. Harus yang bersangkutan hadir," katayahrifullah.

Dia mengatakan, dengan sistem itu mempersempit untuk calo bermain.

"Kita sudah siapkan sistem ini, dan warga bisa saja daftar dan terproses dengan pelayanan kami," katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved