Berita Banjar

Bersihkan Batang Kayu dan Bambu di Sungai Martapura, Petugas Harus Nyelam ke Dasar Sungai

Sampah berupa batang dan cabang kayu dan juga bambu menumpuk di aliran Sungai Martapura di bawah jembatan Pekauman.

Bersihkan Batang Kayu dan Bambu di Sungai Martapura, Petugas Harus Nyelam ke Dasar Sungai
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Petugas membersihkan tumpukan sampah kayu dan bambu dari hulu Sungai Martapura yang menumpuk di bawah jembatan Pekauman, Martapura. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sampah berupa batang dan cabang kayu dan juga bambu menumpuk di aliran Sungai Martapura di bawah jembatan Pekauman.

Petugas Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banjar terlihat berjibaku membersihkan sampah yang menumpuk di bawah jembatan, Jumat (03/01/2020).

Sejak pagi petugas sudah terjun ke sungai Martapura yang lagi deras debit sungainya itu. Proses tidak mudah, petugas memulai dengan membuka jalur alur sungai dulu karena tertutup tumpukan

Tarmizi warga tambak baru, seorang petugas tampak menyebur ke aliran deras sungai kemudian naik ke tumpukan kayu dan memulai melakukan pekerjaan.

Tersangka Pencabulan Anak Kandung Pekerja Serabutan, Hanya Tinggal Berdua dengan sang Putri

Saluran Drainase di Sekitar PPS Martapura Kerap Meluber, PD Pasar Akan Lakukan Hal ini

NEWSVIDEO : Permentasi Pakan dari Batang Pisang dan Ampas Tahu Bikin Kotoran Kambing Tak Berbau

Reaksi Joko Anwar Ditanya Soal Film Ahmad Dhani, Pasca Suami Mulan Jameela itu Keluar dari Penjara

Dengan menggunakan alat gergaji ia memotong batang kayu dan bambu yang menutup arus sungai Martapura.

Diperkirakan proses pembersihan itu akan berjalan selama dua hari, hal itu dikarenakan banyaknya sampah kayu dan rumah tangga.

"Itu tumpukan sampah sampah ke dasar sungai sedalam 10 meter. Kami satu grup ini ada tujuh orang. Diperkirakan akan selesai dua atau tiga hari kedepan," ucap pengawas lapangan petugas Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banjar, Dimyati.

Dikatakannya, tidak mudah membersihkan tumpukan kayu yang menutup lebar sungai itu. " Didasar sungai itu sudah seperti benang kusut," katanya.

Satu demi satu kayu terpaksa dilarutkan, kalau diangkut paling tidak butuh lima truk untuk mengangkutnya.

"Harusnya kemarin tapi cuaca tidak memungkinkan. kendala kesulitan batang kayu besar sekali, dibawah itu sampai kami menyelam, setelah bagian atas habis kemudian nanti kami selami. dibuka jalur air, pembersihan secara manual. ga jadi masalah dilarutkan, tapi kami akan lihat situasinya nanti untuk pengadaan alat berat," katanya.

Halaman
12
Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved