Breaking News:

Berita Kalteng

Tongkang Batubara dan Biji Besi Kembali Beroperasi, Royalti Tambang Kalteng Capai Rp 2,2 Triliun

Setelah hampir 4 bulan operasional tongkang terhenti karena tidak bisa melewati DAS Barito kini kapal pengangkut batubara itu kembali beroperasi.

Penulis: Fathurahman | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/faturahman
Kapal Tongkang pengangkut hasil tambang saat melintas di Sungai Mentaya, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, belum lama tadi. 

BANJARMASUNPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Setelah hampir empat bulan operasional  tongkang terhenti karena tidak bisa melewati DAS Barito kini kapal pengangkut batubara itu kembali beroperasi.

Begitu pula, tongkang Pengangkut Bijih Besi yang melewati Sungai Mentaya. Terlihat setiap harinya, ada saja kapal tongkang pengangkut Bijih besi yang melewati Sungai Mentaya.

Kapal pengangkut biji besi itu setelah mengeruk hasil tambang tersebut di sejumlah desa dan kecamatan yang ada di hulu Sungai Mentaya dan membawanya hingga keluar Kalteng.

Kondisi ini berdampak pada, meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) untuk Kalteng yang terus meningkat.

VIRAL Video Gadis Belia Ajak Pria Bercinta di Rumah Majikan, Bawa Mobil Tuannya Jemput Sang Pujaan

Babak Belur Sampai Patah Tulang, Ini Identitas Pencuri Uang Kotak Amal di Masjid Baburrahman

PERINGATAN DINI BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Besok Sabtu 4 Januari 2020

NEWSVIDEO : Susuri Goa Liang Tapah Desa Garagata Tabalong, Bisa Nikmati Keindahan Danau Biru

Tercatat tahun 2015 royalti dari hasil tambang mencapai Rp531 Miliar, sejak tahun 2016-2019 royalti atau Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ke negara khususnya ke Kalteng mengalami peningkatan signifikan.

Tahun 2016 royalti dihasilkan Kalteng Rp951 Miliar, tahun 2017 sebesar Rp 1,7 Triliun, tahun 2018 naik menjadi  Rp 2,077 Triliun dan di tahun 2019 sebesar Rp 2,2 triliun atau naik 108 persen, pengetatan pengawasan terhadap operasional tambang batu-bara mengakibatkan peningkatan royalti tersebut.

Gubernur Sugianto menyebut meningkatnya PAD Kalteng tersebut tidak terlepas dari dukungan masyarakat Kalteng dan seluruh element masyarakat sehingga pemerintah Provinsi Kalteng terus berupaya meningkatkan PAD melalui sektor pertambangan.

Geger Pencuri Celengan Masjid Diringkus Warga Mekatamaraya Landasan Ulin, Pelaku Diamankan Polisi

BPBD HSS Aktifkan Posko Banjir, Siagakan Alat Berat Hingga Perahu Karet

Pilih Beli Motor Seken, Idris Bawa Pulang Mio Hanya dengan Rp 12 Juta

Sementara itu Kepala Dinas ESDM, Ermal Subhan, Jumat (3/1/2019), mengatakan, tahun 2019 naik 100 persen lebih dari Rp 2 Triliun menjadi Rp 2,2 Triliun.

"Kami upayakan di lapangan bersama tim ESDM dan Dinas terkait lainya untuk meperketat pengawasan sehingga, terjadi peningkatkan PAD dari sektor tambang," ujar Ermal Subhan. (banjarmasinpost.co.id/ faturahman)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved