Berita Nasional

Kapal Ikan Asing Langgar Wilayah Indonesia di Natuna, 5 Kri dan 600 Prajurit TNI Disiagakan

Ada sebanyak 600 personel TNI dan lima unit kapal perang yang ikut dalam apel pengamanan Laut Natuna ini.

Kapal Ikan Asing Langgar Wilayah Indonesia di Natuna, 5 Kri dan 600 Prajurit TNI Disiagakan
istimewa/tni
Panglima Komondo Gabungon Wilayah Pertahonan | (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya (Laksdya) TNI Yudo Morgono menggelar apel pasukan intensitas operasi rutin TNI dalam pengamanan laut Natuna di pelabuhan Selat Lampa, Ranai Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, pasukan yang terlibat yakni sekitar 600 personil dengan jumlah KRI yang ada sebanyak lima unit kapal. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, NATUNA - Apel pasukan intensitas operasi rutin TNI di pelabuhan Selat Lampa, Ranai Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau digelar Panglima Komondo Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya (Laksdya) TNI Yudo Morgono.

Ada sebanyak 600 personel TNI dan lima unit kapal perang yang ikut dalam apel pengamanan Laut Natuna ini.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, 600 personel TNI yang disiagakan terdiri dari satu Kompi TNI AD Batalyon Komposit 1 Gardapat, satu Kompi gabungan TNI AL terdiri dari personel Lanal Ranai, Satgas Komposit Marinir Setengar, serta satu Kompi TNI AU (Lanud Raden Sadjad dan Satrad 212 Natuna).

Yugo menegaskan, pelanggaran wilayah yang dilakukan oleh kapal ikan asing di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia merupakan ancaman pelanggaran batas wilayah.

Kisah Penyelamatan Hewan Buas, Peralatan Evakuasi Tak Standar, Alat Pelindung Diri dari ini

Durian di Kampung Kaitkait Diburu Warga, ini Keistimewaannya

Apple Dikabarkan Segera Luncurkan Ponsel Murah iPhone SE 2 Tahun ini dalam Dua Versi

Panggilan Khusus Gading Marten dari Juria Hartmans Saat Mantan Gisella Anastasia Liburan Bareng

"Dan itu perbuatan yang sangat mengancam kedaulatan Indonesia. Untuk itu, TNI wajib melakukan penindakan hukum terhadap pelanggar asing yang telah memasuki wilayah dan kegiatan ilegal berupa penangkapan ikan tanpa izin di Indonesia," kata Yudo, Sabtu (4/1/2020).

Bahkan mulai 1 Januari 2020, telah didelegasikan tugas dan wewenang kepada Pangkogabwilhan I untuk menggelar operasi menjaga wilayah Indonesia dari pelanggar asing.

"Operasi ini dilaksanakan oleh TNI dari seluruh unsur, mulai dari laut, udara dan darat," jelasnya.

Lebih jauh Yudo mengatakan kepada seluruh prajurit untuk memahami aturan-aturan yang berlaku, baik hukum laut internasional maupun hukum nasional di wilayah laut Indonesia.

Selain itu seluruh prajurit wajib menindak secara terukur dan profesional sehingga tidak mengganggu hubungan negara tetangga yang sudah terjalin dengan baik.

Dua Remaja Putus Sekolah ini Didapati Mabuk, Begini Cara Satpol Banjarbaru Beri Hukuman

Puluhan Botol Racun Diamankan Polisi dari Seorang Pedagang di Hulu Sungai Utara

Tarif Kolam Renang GOR Hasanuddin Turun dari Rp 10 Ribu Jadi Rp 5 Ribu, ini Kata Kadispora Kalsel

"Yang terpenting gunakan role of engagement yang sudah dipakai dalam kegiatan sehari-hari," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 KRI dan 600 Prajurit TNI Siaga Amankan Perairan Natuna"
Penulis : Kontributor Batam, Hadi Maulana

Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved