Kriminal Tapin

Begal Rampas Motor dan Ponsel Milik 2 Anak Warga Tapin di Kebun Karet

Peristiwa begal menggegerkan warga Desa Linuh, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Minggu (5/1/2020).

Begal Rampas Motor dan Ponsel Milik 2 Anak Warga Tapin di Kebun Karet
banjarmasinpost.co.id/dhani
Ilustrasi - Kebun karet. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Peristiwa begal menggegerkan warga Desa Linuh, Kecamatan Bungur,
Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Minggu (5/1/2020).

Peristiwa pencurian disertai ancaman tersebut, sudah dilaporkan orangtua korban kepada aparat penegak hukum di Polsek Bungur.

Kepala Desa Linuh, Runi Hidayat, saat dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, membenarkan saat dikonfirmasi terkait ada warganya yang menjadi korban dalam peristiwa itu.

Dia katakan, korban masih duduk di bangku kelas VI SD di Linuh dan kelas 1 MTs di Rantau.

"Kasusnya sudah dilaporkan orangtua korban di Polsek Bungur. Imbauan, sudah saya sampaikan, agar orangtua
mendampingi anaknya jika berkendara ke arah Rantau," katanya.

Momen Memalukan Syahnaz Saat Lahirkan Ponakan Raffi Ahmad & Nagita Slavina Dibongkar, Dokter Tertawa

Sebab Perceraian Syahrini & Reino Barack Bisa Terjadi Dibeberkan Sosok Ini, Bagaimana Luna Maya?

Peristiwa itu terjadi di wilayah Desa Harapan Masa, Kecamatan Tapin Selatan, Kamis (2/1/2020) sekitar pukul 18.00 Wita.

Runi Hidayat, menuturkan, awalnya, korban berboncengan mengendarai sepeda motor jenis matik. Pergi ke Kota
Rantau untuk membeli paket data internet.

"Ciri pelakunya, rambut pirang, berusia sekitar 18 tahun. Telinganya bertindik," kata Runi Hidayat.

Saat korban berkendara, bertemu korban yang berlagak minta tolong menumpang untuk mengunjungi saudaranya di sebuah desa. Korban pun menolong.

Satnarkoba Polresta Banjarmasin Amankan Seorang Warga Sungai Andai karena Sabu

Toilet RTH Kijang Mas Pelaihari Bakal Diberi Teralis, Ini Tujuannya

Selanjutnya, bertiga berboncengan di motor. Ketika melintas di Jembatan Atalaut, pelaku berlagak pinjam ponsel korban untuk menghubungi saudaranya.

Di jembatan itu, kurang lebih 30 menit, sama-sama menunggu saudara pelaku untuk minta dijemput.

Tidak muncul, korban dan pelaku meneruskan perjalanan ke Desa Kelumpang. Ternyata, pelaku tak berhasil menemui saudaranya karena rumah dalam keadaan kosong.

Pelaku beralasan lagi, minta korban supaya mengantar ke rumah kerabatnya yang lain di Desa Harapan Masa,
Kecamatan Tapin Selatan. Korban akhirnya mengantar pelaku.

Jajaran Polres Tanahlaut Persiapkan Ini untuk Antisipasi Bencana Banjir

Dinsos Kalsel dan Kabupaten Banjar Dirikan Dapur Umum untuk Korban Banjir di Cempaka

Ketika melintas di kebun karet, pelaku mengeluarkan parang dan mengancam korban. Setelah pelaku merampas
barang, lalu kabur dan meninggalkan korban. (Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved