Berita Nasional

Kisruh di Laut Natuna, Susi Pudjiastuti : Bedakan Pencurian Ikan dengan Investasi!

Kisruh di Laut Natuna antara pemerintah Indonesia dan China memantik keprihatinan Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Kisruh di Laut Natuna, Susi Pudjiastuti : Bedakan Pencurian Ikan dengan Investasi!
kolase bpost
Kisruh di Laut Natuna antara pemerintah Indonesia dan China memantik keprihatinan Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kisruh di Laut Natuna antara pemerintah Indonesia dan China memantik keprihatinan Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Susi pun kembali melontarkan pernyataan terkait permasalahan yang tengah menghangat tersebut.

Dikatakannya, pemerintah Jokowi perlu bersikap tegas pada China yang jelas-jelas melanggar kedaulatan Indonesia. Diketahui, kapal-kapal nelayan China yang dikawal coast guard mereka melakukan aktivitas ilegal di Natuna.

Pemerintah Beijing lewat Kementerian Luar Negeri bahkan mengklaim kalau kapal nelayan dan coast guard tak melanggar kedaulatan Indonesia.

Susi menyebut langkah diplomatis yang diambil pemerintah kurang tepat. Dikatakan Susi, hubungan baik Indonesia-China di bidang ekonomi, khususnya investasi, bukan alasan untuk bersikap tegas pada Beijing.

Emak-emak Ini Langsung Viral, Taklukan King Kobra Garaga Panji Petualang, Ternyata Reftiler Senior

Terlihat Menyehatkan, 8 Makanan Ini Ternyata Bisa Picu Diabetes hingga Penyakit Ini

Polda Jatim Bongkar Investasi Bodong Via Aplikasi MeMiles, Kerugian Member Capai Rp 750 Miliar

Fakta Kematian Mertua Sekda Lamongan, Tewas di Musala Rumah, Luka di Kepala dan Leher

"Pisahkan dan bedakan Pencurian Ikan dengan Investasi!. Bedakan pencurian ikan dengan persahabatan antar negara," tegas Susi seperti dikutip Kompas.com dari akun twitter resminya, Sabtu (4/1/2020).

Menurut pemilik maskapai Susi Air ini, apa yang dilakukan China dengan sengaja melindungi aktivitas penangkapan kapal nelayan mereka di Natuna jelas melanggar kedaulatan Indonesia.

Dalam hubungan bilateral Indonesia-China, lanjut Susi, perlu ada pemisahan tegas dengan pelanggaran kedaulatan. 

Kapal-kapal China yang masuk dinyatakan telah melanggar exclusive economic zone (ZEE) Indonesia dan melakukan kegiatan Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing (IUUF).

"Tangkap dan tenggelamkan kapal yg melakukan IUUF. Tidak ada cara lain. Wilayah EEZ kita diakui UNCLOS (United Nations Convention on the Law of the Sea). Bila dari tahun 2015 sampai dengan pertengahan 2019 bisa membuat mereka tidak berani masuk ke wilayah ZEE kita. Kenapa hal yang sama tidak bisa kita lakukan sekarang," tulis Susi.

Halaman
123
Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved