Berita Batola

Dinas Pertambangan Kalsel Minta Tak Ada Lagi Sumur Bor di Barito Kuala

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atau Pertambangan Provinsi Kalsel memberikan rekomendasikan agar tidak ada lagi pembangunan sumur bor

Dinas Pertambangan Kalsel Minta Tak Ada Lagi Sumur Bor di Barito Kuala
BANJARMASINPOST.CO.ID/EDI NUGROHO
Kabid Pengendalian Dampak Lingkungan DLH Kabupaten Barito Kuala, Alfiansyah, dan Ketua RT 2, H Barnawi, menyalakan api yang dari pipa sumur bor di RT 1 dan RT 2 Sungai Sangkai, Desa Bedandan, Kecamatan Cerbon, Senin (2/12/19) sore. 

Dinas Pertambangan Kalsel Minta Tak Ada Lagi Sumur Bor di Barito Kuala

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atau
Pertambangan Provinsi Kalsel memberikan rekomendasikan agar ke depan tidak ada lagi pembangunan sumur bor di Kabupaten Barito Kuala/Batola (Baritokuala, KBBI).

Pertimbangan yang ada, karena berpotensi mengandung campuran gas dalam air yang dikeluarkan.

Seperti yang terjadi di di RT 1 dan RT 2 Sungai Sangkai, Desa Bedandan, Kecamatan Cerbon, Kabupaten Barito Kuala, saat Minggu (1/12/19). Pembuatan tiga sumur bor, ternyata mengeluarkan api. Warga pun heboh.

“Sumur bor di wilayah Kabupaten Barito Kuala itu, statusnya air bawah tanah dan berpotensi ada gas tercampur air. Berbeda halnya jika diproses dengan filterisasi diminum langsung,” kata Kabid Energi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atau Pertambangan Provinsi Kalsel, Sutikno, Senin (6/1/2020).

Air Sempat Genangi Jalan, Camat Karangintan Sebut Banjir di Jingah Habang Hanya Sebentar

Desa Tanahabang Kabupaten Banjar Jadi Kawasan Langganan Banjir

NEWSVIDEO : Banjir Rendam Desa Tanahabang Banjar, Kedalaman Air Capai 1 Meter

Menurutnya, memasak air sumur bor di bawah tanah memang bisa melepaskan gas dan partikel-partikel berbahaya, serta membunuh bakteri.

Dari pemeriksaan laboratorium Dinas Kesehatam, air sumur bor yang mengandung gas di Desa Badandan, Kecamatan Cerbon, Barito Kuala, dinyatakan tetap layak konsumsi. Tapi, harus dimasuk terlebih dulu, sampai mendidih. “Saya kira, rekomendasi Dinas Kesehatan itu sudah tepat,” katanya.

Menurutnya, dengan dimasak, maka karak air akan menempel di dinding teko atau ceret saat proses pemasakan.

Ke depan, seharusnya di Batola tidak ada lagi sumur bor. Cara terbaik di daerah rawa seperti Barito Kuala itu adalah sumur gali.

Momen Memalukan Syahnaz Saat Lahirkan Ponakan Raffi Ahmad & Nagita Slavina Dibongkar, Dokter Tertawa

Aksi Kontroversial Keluarga Syahrini Gara-gara Salat, Istri Reino Barack Jadi Sorotan Lagi!

“Sumur gali itu dikelilingi dengan pasir. Kalau sumur bor, cenderung tidak bagus. Karena, ada potensi gas,” katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved