Ekonomi dan Bisnis

Gara-gara Amplang Tenggirinya Ditolak, Adriani Kini Justru Sukses dengan Amplang Haruan

Kuliner khas Banua (kalsel) untuk oleh-oleh buat keluarga dan tetangga yang cukup dikenal adalah salah satunya amplang.

Gara-gara Amplang Tenggirinya Ditolak, Adriani Kini Justru Sukses dengan Amplang Haruan
istimewa/adriani
Adriani, Owner Amplang Haruan Chelsea pernah ditolak saat mengolah amplang berbahan ikan tenggiri. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kuliner khas Banua (kalsel) untuk oleh-oleh buat keluarga dan tetangga yang cukup dikenal adalah salah satunya amplang.

Cukup banyak jenis amplang di Kota Banjarmasin. Namun, kebanyakan amplang yang dijual di pusat oleh-oleh di Kota Banjarmasin bahannya dari ikan Tenggiri .

Tak heran, sewaktu Adriani membikin amplang dari Tenggiri dan menawarkannya ke toko oleh-oleh di tahun 2008 sempat di tolak.

"Mereka beralasan Amplang dengan bahan dasar Tenggiri sudah cukup banyak. Saya malah dianjurkan mengolah amplang dari Haruan," papar Ani, panggilan akrab Adriani, Owner Amplang Haruan Chelsea, Senin (6/1/2019).

Menyambung Hidup Pascarumah di-Police Line, Ini yang Dilakukan Eniyati

Amarah Nagita Slavina buat Rafathar Menangis, Baim Wong Langsung Tawarkan Ini ke Anak Raffi Ahmad

Momen Memalukan Syahnaz Saat Lahirkan Ponakan Raffi Ahmad & Nagita Slavina Dibongkar, Dokter Tertawa

Sepeda Motor Jenis Matik Masih Jadi Jagoan pada 2020

Ani pun akhirnya putar haluan, mencoba membuat amplang berbahan ikan Haruan.

"Perjuangannya cukup panjang, karena saya bikin ekspremen sendiri membikinnya," ucapnya.

Berkat ketekunannya akhir bisa dan mulai tahun 2009 mulai bisa memasarkan ke toko oleh oleh di Banjarmasin dan sambutan cukup meriah. Amplang Haruan itu diberi nama Chelsea.

"Alhamdulillah, di tahun 2016 Amplang Ikan Haruan bikinan saya bisa masuk Indomaret. Kalau di Toko Oleh Oleh di Banjarmasin, sudah ada dijual," tandasnya.

Selain itu, dirinya juga memasarkan melalui media sosial, sehingga yang memesan Amplang bikinannya seluruh wilayah di Indonesia.

Dijelaskan Ani, untuk pembuatan Amplang Haruan sendiri sesuai permintaan pasar. Tapi yang pasti 17 kilogram haruan yang sudah bersih.

Dalam sehari mereka rata-rata mampu menghasilkan sekitar 30 kilogram amplang, atau sekitar 300-400 bungkus dengan berat masing-masing sekitar 100 gram.

Was-was Tiap Hujan Deras, Robiati Siapkan Bangku Pengaman Barang Elektronik

Menyambung Hidup Pascarumah di-Police Line, Ini yang Dilakukan Eniyati

BREAKING NEWS: Banjir Rendam Desa Tanahabang Banjar, Kedalaman Air Capai 1 Meter

Jika permintaan sedang banyak, produksi bahkan bisa mencapai 1.000 bungkus. Dan jika dirata-rata per bulan selama 26 hari kerja, mampu produksi 1,2 ton amplang

"Untuk bahan baku, kalau lagi musim Haruan, tidak masalah berlimpah Kalsel. Cuma, bila kemarau panjang, kendala nya harga mahal," ucapnya.

Sejak produksi Amplang Haruan hingga sekarang belum ada bantuan dari dinas manapun. "Saya bekerja sendiri mempromosikannya," pungkas Ani. (Banjarmasin post.co.id/Syaiful Anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved