Bpost Cetak

Satu Keluarga Tewas Tertimbun Tanah, Cuaca Ekstrem Sampai Pekan Depan

Warga satu desa di Kabupaten Lebak, Banten terjebak 24 jam di rumah setelah banjir bandang menerjang rumah mereka di Kampung Cigobang,Banten.

Satu Keluarga Tewas Tertimbun Tanah, Cuaca Ekstrem Sampai Pekan Depan
BPost Cetak
BPost Edisi Senin (6/1/2020) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANTEN - Warga satu desa di Kabupaten Lebak, Banten terjebak 24 jam di rumah setelah banjir bandang menerjang rumah mereka di Kampung Cigobang, Kecamatan Lebakgedong, Lebak, Banten, Selasa (31/12) sampai dengan Rabu (1/1/2019).

Akses keluar dari kampung tersebut juga putus. Jalanan longsor dan tertimbun tanah, sementara air sungai juga meluap.

“Kami memilih bertahan di rumah yang tertimbun longsor hingga bantuan datang besok paginya,” kata Sartikah di Posko Pengungsian Kecamatan Lebakgedong, Minggu (5/1/2019).

Sartikah menuturkan, banjir dan longsor terjadi pada Rabu sejak pukul 04.00 WIB. Bencana diawali dengan meluapnya Sungai Cisanasag dan diikuti suara gemuruh longsoran gunung Pasir Tenjo.

Ria Irawan Meninggal Dunia, Kenali Gejala Kanker Limfoma yang Diidap Teman Julia Perez Itu

Prisia Nasution Belajar Kepo

Ramsani Mengolah Sampah Jadi Aneka Produk, Jam Dinding Rusak Jadi Lukisan Tiga Dimensi

Kesedihan Mendalam Ruben Onsu Diungkap Sosok Ini, Teror ke Ayah Betrand Peto & Sarwendah Menggila

Longsoran gunung tersebut menimpa hampir setengah permukiman di Kampung Cigobang, termasuk rumah Sartikah.

“Ada satu keluarga yang meninggal karena tertimbun tanah, yang lain banyak yang sudah mengungsi duluan saat air meluap,” kata dia.

Sartikah bersama warga yang lain tidak bisa mengungsi lantaran jalan sudah terputus. Tidak ada akses keluar kampung, kecuali menunggu hingga sungai mulai surut, dan itu baru terjadi besok paginya.

Selama bertahan di kediamannya, dia dan warga lain begitu ketakutan. Sepanjang siang hujan terus menerus turun, sementara malam hari gelap gulita, tidak ada listrik dan sinyal telepon.

“Saat air surut keluarga saya bersama warga lain mulai meninggalkan kampung, menyeberangi sungai yang masih deras, serta lewat hutan di tengah gunung untuk sampai di kampung Cibandung yang lebih aman.

Sartika sempat mengungsi dua hari di Cibandung. Namun, kampung tersebut juga masih terisolasi.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved