Berita Tabalong
UPPB Pelita Abadi Perlu Bantuan Rp 1 Miliar, Tapi Pemkab Tabalong Hanya Bisa Seperti Ini
Dinas Pertanian Tabalong menggelar diskusi dengan pengelola Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB), Senin (6/1/2020).
Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Pemerintah kabupaten melalui Dinas Pertanian Tabalong, Kalimantan
Selatan (Kalsel), bersama dengan Perusahaan Milik Daerah (Perumda) Tabalong, menggelar diskusi dengan pengelola Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB), Senin (6/1/2020).
Hal ini dilakukan dalam upaya meningkatkan kualitas perkebunan karet di Tabalong, khususnya dalam pemasaran.
Pemerintah Kabupaten Tabalong bakal memberikan pinjaman dana bergulir kepada UPPB untuk bisa membeli karet milik petani.
Dengan adanya permodalan itu, diharapkan lebih banyak karet yang bisa dibeli dari petani dan dijual kembali ke
Perumda dengan jumlah yang lebih banyak. Jadi, keuntungan yang diperoleh juga lebih besar.
Menurut Daryoto, Seksi Pemasaran UPBB Pelita Abadi Desa Masingai, Kecamatan Upau, Tabalong, untuk UPPB-nya, berharap ada bantuan dana sekitar Rp 1 miliar. Jumlah itu memang besar untuk anggota UPPB Pelita Abadi sebanyak 70 orang.
Namun, Pemkab Tabalong hanya bisa memberikan bantuan kepada UPPB berjalan. Sedangkan ada tiga UPPB yang ada di sekitar Masingai yang masih perlu pendanaan seperti di Desa Bilas dan Desa Kaung.
Saat ini, harga beli karet dari petani adalah Rp 8.200 dan dijual kembali ke Perumda dengan harga Rp 10.550. Karet yang dibeli dari petani, merupakan karet murni tanpa campuran kulit batang kayu. Dan juga, telah dikeringkan selama satu malam. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/daryoto-di-ruang-pengeringan-getah-di-masingai.jpg)