Berita Batola

Balai Besar Jalan Nasional Batal Bangun Bundaran di Simpang Serapat Batola, Begini Penjelasanya

Rencana Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XI yang akan membangun bundaran di Simpang Serapat dibatalkan

Balai Besar Jalan Nasional Batal Bangun Bundaran di Simpang Serapat Batola, Begini Penjelasanya
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Wilayah XI, Budi Harimawan Samiharjo 

BANJARMASINPOST.CO.ID. MARABAHAN - Rencana Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XI yang akan membangun bundaran di Simpang Serapat, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola akhirnya dibatalkan atau diurungkan.

“Iya saya kira kalau bundaran Simpang Serapat Batola itu lebih efektif itu lampu merah atau lampu merah traffic light. Bukan dibangun bundaran,” kata Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XI, Budi Harimawan Samiharjo, Selasa (7/1/20).

Menurut Budi, keberadaan bundaran itu sangat cocok jika jari-jari dari bundaran itu besar. Sementara bundaran Simpang Serapat itu kecil.

Bundaran simpang Serapat itu lebih cocok itu memakai lampu merah traffic light untuk kelancaran lalulintas.

Reaksi Keras Teddy Pasca Pelaporan Rizky Febian ke Polisi Soal Kematian Istri Sule, Lina

Video Syur Jihyo TWICE & Hubungan dengan Kang Daniel Jadi Isu, Teman Jung Joon Young Frustasi?

NEWS VIDEO : Dikenal Jadi Kawasan Wisata di Banjarbaru, Begini Kampung Purun Palam

Ketahuan Jual Anakan Ikan di Kabupaten HST, Terancam Penjara atau Bayar Denda Rp 50 Juta

“Bundaran itu fungsinya menggantikan lampu merah traffic light. Jadi tidak ada lampu merah traffic light sehingga lebih simple” tegas Budi.

Menurut Budi, dengan bundaran maka antrian lalulintas itu sifatnya memutar. Akhirnya, perempatan yang diameter dan jari-jarinya yang lebarnya tanggung itu lebih baik menggunakan lampu merah traffic light.

Dijelaskannya, balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XI bertugas menyiapkan kontruksi fisiknya dan operasional pengaturan lalulintas itu di Satlantas.

Untuk traffic managemen juga diatur nantinya. Bundaran cocok dibuat jika jari-jarinya besar seperti Bundaran HI di Jakarta dan diberi lampu merah karena budaya Indonesia itu tidak mau mengalah.

“Dengan lampu merah traffic light, maka tingkat konfliknya paling-paling sabar mengantri. Kalau di luar negeri, bundaran itu justru dibuat di pemukiman,” katanya.

Lagi, Bagian Tubuh Mulan Jameela Disorot! Wajah Putri Sambung Ahmad Dhani Curi Perhatian

Jutaan Ikan Nila di Batola Mati, Petugas Uji Kualitas Air di Barito, Hasilnya Ternyata Begini

Lagi, Bagian Tubuh Mulan Jameela Disorot! Wajah Putri Sambung Ahmad Dhani Curi Perhatian

Seperti diketahui rencana pembangunan bundaran di Simpang Serapat ini bertujuan untuk ikut membantu menjaga keselamatan berlalulintas. Selama ini arus lalulintas dari empat arah, yakni dari Marabahan Batola, Kapuas Kalteng, Banjarmasin dan Kabupaten Banjar itu saling memotong arah.

Dari arus lalulintas itu saling memotong arah dan manuvernya cukup tinggi sehingga cuku membahayakan pengendara. (banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved