Breaking News:

B Focus Economic

Sasirangan Printing Ancam Perekonomian Para Pengrajin Sasirangan

SEJAK pukul 06.00 Wita hingga siang, pengrajin dan pedagang menjual berbagai macam produk sasirangan di Kampung Sasirangan Sungai Jingah Banjarmasin

Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/apunk
Model Sasirangan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - SEJAK pukul 06.00 Wita hingga siang, pengrajin dan pedagang menjual berbagai macam produk sasirangan di Kampung Sasirangan Sungai Jingah Banjarmasin setiap Sabtu.

Sasirangan yang dijual memang Sasirangan handmade bukan printing baik berupa kain, tas, sandal, baju kaos, kipas hingga jaket.

Maraknya Sasirangan Printing, membuat Ketua Kelompok Sadarwisata di Kampung Sasirangan Sungai Jingah, Muhammad Rafi mengatakan sangat tidak senang, tak suka bahkan keberatan dengan maraknya sasirangan printing.

"Sebab sama saja kita tidak ikut melestarikan budaya atau warisan nenek moyang kita,," tandasnya.

Herawati Batal Membeli Sasirangan yang Ditawarkan dengan Harga Miring Setelah Penjual Mengaku ini

Foto Istri Ahok BTP, Puput Nastiti Devi Pasca Melahirkan, Ada Senyum Mantan Ajudan Veronica Tan

Ibu Ayu Ting Ting Pamer Foto Pria Jangkung yang Datang ke Rumah, Bukan Didi Riyadi & Robby Purba!

Keganjilan Shalat Keluarga Syahrini Saat di Jepang Disorot, Ini Penjelasan Boleh Salat Pakai Sepatu?

Dia menambahkan, Pemda Kalsel maupun Kabupate/Kota perlu sosialisasi lagi, bahkan memberikan surat edaran kepada instansi- pemerintah maupun swasta, BUMN, perhotelan, sekolah-sekolah, bahkan travel haji dan umroh dan lain-lain agar komitmen menggunakan Sasirangan asli buatan kerajinan masyarakat banua sendiri.

Menurut Rafi, bila tidak bertindak tegas, lamban laun Sasirangan alami akan tersampingkan sasirangan printing.
Sebab, masyarakat banyak tak sadar dan atau sengaja membeli serta menggunakan Sasirangan printing yang harganya jauh lebih murah.

"Saya berharap Pemda cepat mengambil tindakan tegas, kalau perlu bikin perdanya," katanya.

Ini semua, lanjut dia, tujuannya tidak hanya melestarikan budaya sendiri, tapi juga membantu meningkatkan perekonomian para pengrajin dan masyarakat sekitar.

"Karena di kampung kami, Kampung Sasirangan Sungai Jingah terdapat 23 pengrajin denggn tenaga kerja lebih kurang 500 orang. Belum lagi di tempat-tempat lainnya," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved