Berita Tabalong

Sekat untuk Lapak Terlalu Tinggi, Pedagang Ikan di Pasar Kalua Marni Terpaksa Berjualan di Jalan

Pasar Kelua di Kecamatan Kelua merupakan salah satu pusat perdagangan yang besar, terlebih pada hari kamis saat hari pasar dimana pedagang

Sekat untuk Lapak Terlalu Tinggi, Pedagang Ikan di Pasar Kalua Marni Terpaksa Berjualan di Jalan
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Pedagang ikan berjualan di jalan, lapak sementara tak digunakan karena sekat dindingnya terlalu tinggi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG – Pasar Kelua di Kecamatan Kelua merupakan salah satu pusat perdagangan yang besar, terlebih pada hari kamis saat hari pasar dimana pedagang dan pembeli melimpah ruah.

Bukan hanya dari warga Tabalong melainkan juga warga dari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dan Barito Timur.

Karena posisinya yang juga tidak terlalu jauh dengan kedua daerah tersebut.

Bangunan pasar Kelua terdiri dari bangunan utama di bagian depan dengan dua lantai dan di bagian belakang terdapat fresh market untuk berjualan ikan dengan bangunan satu lantai.

Untuk bangunan utama terdapat berbagai macam pedagang seperti sembako, pakaian, perhiasan dan perlengkapan lainnya.

Rizky Febian Temukan Lebam, Kejanggalan Kematian Lina Mantan Istri Sule Dilaporkan ke Polisi

Bukti Video Reynhard Sinaga Bikin Juri Sidang yang Nonton Perlu Layanan Konseling, Ini 6 Fakta Kasus

LINK ltmpt.ac.id - Cara Pendaftaran Hari Terakhir LTMPT untuk Daftar SNMPTN 2020, UTBK & SBMPTN 2020

Untuk di fresh market ada pedagang penjual ayam, ikan dan daging di bagian kanan dan kiri bangunan terdapat ruko yang digunakan untuk berjualan sembako.

Sedangkan untuk penjual ayam dan ikan menggunakan lapak di bagian tengah bangunan.

Sayangnya sekat untuk lapak dibangun terlalu tinggi sehingga pedagang kesulitan untuk meletakkan barang dagangan.

Khususnya bagi pedagang ikan, karena terlalu tinggi dan tidak terdapat meja untuk meletakkan ikan.

Marni salah satu pedagang ikan mengatakan sejak subuh dirinya telah berjualan di fresh market tersebut.

Halaman
12
Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved