Berita Banjarmasin

NEWSVIDEO : Pedagang dan Warga Keluhkan Bau Tak Sedap dari TPS di Pasar Telawang Banjarmasin

NEWSVIDEO : Pedagang dan Warga Keluhkan Bau Tak Sedap dari TPS di Pasar Telawang Banjarmasin

BANJARMASINPOST.CO.ID - NEWSVIDEO : Pedagang dan Warga Keluhkan Bau Tak Sedap dari TPS di Pasar Telawang Banjarmasin

Bau busuk, begitulah kesan pertama ketika memasuki kawasan Pasar Telawang Kelurahan Telawang Kecamatan Banjarmasin Barat Kalsel, Rabu (8/1/2020) siang

Jauh memberikan kenyamanan baik kepada pedagang dan pengunjungnya, kini keberadaan pusat berbelanja yang biasa disebut sebagai Pasar Rambai itu pun berangsur kian ditinggalkan.

Hal itu terbukti seiring berselang lima tahun terakhir ini, kondisi Pasar Telawang yang lengang oleh sejumlah pengunjung.

NEWSVIDEO : Kemeriahan HUT Kecamatan Daha Selatan, Ada Festival Makanan Tradisional Banjar

Video Detik-detik Via Vallen Pingsan di Panggung, Ini Sebab Rival Nella Kharisma Alami Hal Itu

ISTRI Otak Pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin, Dihabisi di Rumah & Sang Algojo Dibayar Rp 2 Juta

Sule Ingin Mantan Istrinya Tenang di Alam Baka & Masuk Surga, Ayah Rizky Febian Ini Gelar Tahlilan

Selain itu, bilik-bilik pertokoan yang semula terisi, kini juga justru banyak terlihat tutup bahkan bersarang laba-laba.

Kamaliah Areda, seorang warga sekaligus pengunjung setia Pasar Telawang pun juga turut menyatakan keprihatinannya.

Bahkan menurut ia bila ingin mengandaikan keberadaan pusat perbelanjaan tradisional itu saat ini bak 'hidup segan,mati tak mau'.

"Kenapa saya bilang begitu? Karena tidak ada perhatian dari pemerintah kota Banjarmasin. Padahal kan Pasar Telawang sendiri berada di kawasan atau ring satu Pemko Banjarmasin," pungkasnya.

Selain itu, ia juga turut menyayangkan dengan kondisi TPS di Pasar Telawang yang seolah terkesan sia-sia. Karena meski pemerintah kini telah membuatnya menggunakan anggaran yang ada.

Namun tidak adanya pengawasan serta tindakan tegas terhadap para pembuangan sampah di kawasan Pasar Telawang justru membuat pusat perbelanjaan tradisional tersebut bau dan kumuh.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved