Berita Regional

Heboh di Medsos! Bupati Demak Keluarkan Surat Edaran Larangan Bertamu Saat Magrib dan Isya

Mengawali Tahun Baru 2020, Bupati Demak HM Natsir menerbitkan Surat Edaran tentang Larangan Bertamu Menjelang Maghrib dan Isya.

Heboh di Medsos! Bupati Demak Keluarkan Surat Edaran Larangan Bertamu Saat Magrib dan Isya
KOMPAS.com/ARI WIDODO
Bupati Demak, M Natsir menyalami para calon jamaah haji Demak, seusai acara pembekalan dan pelepasan pemberangkatan calon jamaah haji di Gedung IPHI Demak, Rabu (25/7/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, DEMAK - Mengawali Tahun Baru 2020, Bupati Demak HM Natsir menerbitkan Surat Edaran tentang Larangan Bertamu Menjelang Maghrib dan Isya.

Surat yang ditandatangani orang nomor satu di Demak tersebut ditetapkan tanggal 2 Januari 2020 tetapi mulai beredar ke masyarakat luas melalui media sosial sejak Senin (6/1/2020).

Surat edaran tersebut jelas tertulis ditujukan kepada kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, jajaran TNI dan Polri, pimpinan ormas, tokoh masyarakat, dan tokoh agama, serta semua anggota aparatur sipil negara (ASN) dan karyawan/karyawati di lingkungan BUMN/ BUMD di wilayah Demak.

Pada paragraf pertama di Surat Edaran nomor 450/ 1 tahun 2020, tertera tujuan melarang aktivitas bertamu saat maghrib merupakan tindak lanjut dari gerakan "Maghrib Matikan TV" sebagai upaya meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT.

Hasil Piala Super Spanyol - Toni Kroos Cetak Gol Super Pisang, Real Madrid Melaju ke Final

Rekap Hasil Malaysia Masters 2020 - Indonesia Loloskan 5 Wakil, Anthony Ginting Angkat Koper

Donald Trump Akhirnya Angkat Bicara Terkait Kondisi Pangkalan Militer AS Setelah Dibombardir Iran

Meski demikian, ada pengecualian iimbauan pelarangan bertamu menjelang maghrib, di antaranya, saat takziyah, besuk, acara pengajian, khitanan dan pernikahan serta acara keagamaan lainnya.

Surat Edaran tersebut menuai kontroversi dari beberapa elemen.

Salah satunya disampaikan oleh Nur Wahid, Wakil Ketua DPRD Demak.

Menurutnya, surat edaran tersebut merupakan bentuk pembatasan silaturahim.

"Itu tidak bagus menurut agama, karena agama justru memerintahkan untuk memperbanyak silaturahim," ungkapnya.

Politisi Golkar tersebut menambahkan, justru untuk menyukseskan program pemerintah daerah, misalnya "Maghrib Matikan TV", Pemda harusnya memperbanyak program kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyrakat.

"Lebih bagus jika pemda menyediakan sarana mengaji dan para ustaz dipikirkan kesejahteraannya serta para pemuda diberi sarana belajar di kampung kampung, bukan malah ditekan dengan larangan semacam itu,"ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bupati Demak Keluarkan Surat Edaran Larangan Bertamu Saat Magrib",

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved