Berita Batola

Kasus 2,5 Juta Ikan Mati di Barito, Dinkes Batola : Kita Belum Bisa Merespons

Dinas Kesehatan Kabupaten Batola belum bisa merespon kasus 2, 5 juta bibit ikan milik petani ikan di jala apung sepanjang Sungai Barito

Kasus 2,5 Juta Ikan Mati di Barito, Dinkes Batola : Kita Belum Bisa Merespons
istimewa
Petugas Dinas Ketananan Pangan dan Perikanan Batola saat memeriksa sampel air untuk memastikan penyebab jutaan ikan nila mati di sepanjang Sungai Barito. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Dinas Kesehatan Kabupaten Batola belum bisa merespon kasus 2, 5 juta bibit ikan milik petani ikan di jala apung sepanjang Sungai Barito yang mati mendadak dalam beberapa hari terakhir.

“Kita belum bisa merespon soal 2,5 juta ikam mati dengan masalah kesehatan manusia,” kata
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batola, dr Azizah, Kamis (9/1/20).

Menurut Azizah, standar ikan mati dengan standar nilai baku untuk air minum itu ikan berbeda sehingga belum bisa dihubungkan. Memang benar, ada masalah dengan kandungan air Sungai Barito.

“Kabupaten Batola itu punya perusahaan daerah air minum (PDAM) sehingga bisa mengurangi kadar keasaman air Sungai Barito sebagai sumber air baku. Selama ini selama masyarakat menggunakan air PDAM itu yaa aman,” katanya.

Air Sungai Nagara Berubah Hitam, Warga Pun Beli Air Isi Ulang untuk Memasak

Komisi III DPRD Batola Panggil Dinas Perikanan, Buntut 2,5 Juta Ekor Ikan Nila Mati Mendadak

Diam-diam Andhika Pratama Minta Maaf Pasca Nikita Mirzani Amuk Suami Ussy, Sohib Billy Beri Deadline

Kesaksian Pemandi Jenazah Lina, Mantan Istri Sule Soal Kabar Kejanggalan Tubuh Ibu Rizky Febian

Dinas lingkungan hidup (LH) Kabupaten Batola sendiri berjanji akan segera mengambil sample air Sungai Barito untuk diteliti isi kandunangannya.

Langkah Dinas LH ini menyikapi 2, 5 juta bibit ikan milik petani mati mendadak dalam beberapa hari terakhir.

“Iya kita akan segera mengambil sample air Sungai Barito untuk diuji di laboratorium. Dari hasil uji sample ini nanti akan kelihatan isi kandungan dari air Sungai Barito. Bahkan, penyebab jutaan ikan nila mati ini akan kelihatan,” kata Kepala Dinas LH Kabupaten Batola, Fahriana.

Menurut Fahriana, pihaknya belum bisa berbicara banyak soal jutaan ikan nila di sepanjang jala apung Sungai Barito mati mendadak.

Staf dinas LH akan segera diintrusikan untuk mengambil air sungai Barito.

Jutaan ekor ikan nila di RT 06, Desa Bagus, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Batola mati mendadak.
Jutaan ekor ikan nila di RT 06, Desa Bagus, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Batola mati mendadak. (istimewa/akbar warga marabahan)

Dijelaskan Fahriana, keasamaan air itu biasannya karena musim kemarau itu terjadi hujan sehingga bisa menimbulkan keasaman.

Untuk bahaya atau tidak air Sungai Barito saat ini, maka harus diketahui hasil uji sampling dulu.

Sambut Haul ke-15 Guru Sekumpul, Relawan Ojek Siap Antar Gratis Jemaah Haul

Postingan Pistol Anak Veronica Tan Pasca Istri Ahok BTP, Puput Nastiti Devi Lahiran, Sebut Hilang

Tak Kenali Petugas, Dua Pemuda Ini Diciduk Saat Serahkan 20 Butir Ineks ke Aparat

Sementara itu Syaiful Asgar, Kabid Perikanan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Batola memperkirakan ikan nila yang mati berjumlah 2.580.000 ekor.

Sebagian besar merupakan benih ikan berumur 2 bulan.”Estimasi tersebut diperoleh dari rata-rata 10.000 bibit yang disemai dalam 258 keramba,” jelasnya. (banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved