Berita Batola

Komisi III DPRD Batola Panggil Dinas Perikanan, Buntut 2,5 Juta Ekor Ikan Nila Mati Mendadak

Komisi III DPRD Kabupaten Batola merencanakan memanggil Dinas LH, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan serta dinas kesehatan menyusul kematian ikan

Komisi III DPRD Batola Panggil Dinas Perikanan, Buntut 2,5 Juta Ekor Ikan Nila Mati Mendadak
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Sekretaris Komisi III DPRD Batola, Syarif Faisal. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Komisi III DPRD Kabupaten Batola merencanakan memanggil Dinas lingkungan hidup (LH) kabupaten setempat, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan serta dinas kesehatan menyusul kematian massal 2,5 Juta  ikan milik petani ikan di jala apung sepanjang Sungai Barito.

“Iya kita akan segera memanggil Dinas lingkungan hidup (LH) kabupaten setempat dan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan serta dinas kesehatan untuk rapat koordinasi,” kata Sekretaris Komisi III DPRD Batola, Syarif Faisal, Kamis (9/1/2020).

Menurut Syarif, dengan pemanggilan tiga dinas itu diharapkan bisa mencari solusi terbaik agar ke depan musibah musibah 2, 5 juta bibit ikan milik petani ikan di jala apung sepanjang Sungai Barito yang mati mendadak tidak terulang lagi.

“Secara laboratorium memang ada yangkami miliki, tapi tidak bisa dijadikan acuan apakah itu pH rendah penyebab ikan-ikan itu mati mendadak. Saat ini apa isi kandungan isi air Sungai Barito yang sebenarnya belum diketahui sehingga 2,5 juta ikan mati mendadak,” katanya.

Sambut Haul ke-15 Guru Sekumpul, Relawan Ojek Siap Antar Gratis Jemaah Haul

Turun Tangani Pencemaran Oli di Sungai Martapura, Ditreskrimsus Polda Kalsel Ambil 5 Sampel di TKP

Kesaksian Pemandi Jenazah Lina, Mantan Istri Sule Soal Kabar Kejanggalan Tubuh Ibu Rizky Febian

Diam-diam Andhika Pratama Minta Maaf Pasca Nikita Mirzani Amuk Suami Ussy, Sohib Billy Beri Deadline

Ditambahkannya, angka 2,5 juta ikan nila mati mendadak itu yang terdata dan yang belum terdata pasti ada.

Ada kemungkinan jumlah ikan yang mati lebih besar dari itu yakni di angka 3 juta ikan. Saat ini di sepanjang bantaran Sungai Barito, ikan-ikan nila di jala apung makin berkurang karena kematian ikan sangat signifikan.

Petugas Dinas Ketananan Pangan dan Perikanan Batola saat meninjau jutaan ikan nila mati di sepanjang Sungai Barito
Petugas Dinas Ketananan Pangan dan Perikanan Batola saat meninjau jutaan ikan nila mati di sepanjang Sungai Barito (istimewa/dinas perikanan batola)

“Keluhan petani ikan terus mencuat ke permukaan. Kejadian ikan mati nila mati mendadak itu seperti 2005 silam. Fenomena ikan nila mati mendadak sangat meresahkan petani ikan. Ada yang salah dalam kandungan Sungai Barito. Kalau air sungai dalam kondisi wajar, pasti ikan tetap hidup,” katanya. (banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved