Berita Banjarmasin

Pedagang di Pasar Telawang Keluhkan Tak Ada Perhatian dari Pemko Banjarmasin

Pedagang Pasar Telawang di Kelurahan Telawang, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kalsel, mengeluhkan tak ada perhatian dari Pemko Banjarmasin.

Pedagang di Pasar Telawang Keluhkan Tak Ada Perhatian dari Pemko Banjarmasin
BANJARMASINPOST.CO.ID/AHMAD RIZKY ABDUL GHANI
Halaman Pasar Telawang masih digenangi air dan juga masih ada sisa sampah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pedagang Pasar Telawang di Kelurahan Telawang, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Kalsel, mengeluhkan tak ada perhatian dari Pemko Banjarmasin. Hal itu berdampak pada pindahnya sejumlah pedagang ke tempat lain.

"Pasar Telawang ini, dalam lima tahun terakhir, seolah tidak mendapatkan perhatian. Apalagi keberadaan sampah yang membeludak, berserakan, sangat menggangggu. Jadinya, bau dan kumuh," ungkap Siti Bayah, seorang pedagang yang masih bertahan, Rabu (8/1/2020).

Sehubung kondisi yang ada, Bayah berharap, ada penanganan serius dari pemerintah. Terutama, dalam penanganan sampah. Supaya, tidak lagi mengganggu pedagang maupun pembeli.

"Di Pasar Telawang ini, jam 3 sore atau jam 4 sore, sudah banyak yang membuang sampah. Sampai-sampai, mau lewat saja susah karena saking banyaknya sampah di halaman pasar ini," imbhuh dia.

Pengendara Merasa Waswas ke Bandara Syamsudin Noor Saat Malam

Antisipasi Serangan DBD, Polres Hulu Sungai Utara Lakukan Fogging di Lokasi Ini

Pengakuan Via Vallen Pasca Pingsan di Panggung, Rival Nella Kharisma Singgung Mabuk, Oknum & Maaf

Bawaslu Tanah Bumbu Rapatkan Barisan Jelang Pilkada

Sementara itu, penuturan Mimin, seorang pedagang bubur di kawasan Pasar Telawang, mengungkapkan tentang penghasilannya yang telah menurun.

"Berjualan di sini, sudah sekitar 15 tahun lebih. Kalau 10 tahun lalu, jualan saya memang ramai. Sehari, bisa habis 8 sampai 10 liter beras. Sekarang, paling dua liter. Penghasilan turun, sekitar 5 tahun belakangan. Pembeli mulai sepi," jelasnya.

Hal itu dikarenakan bau sampah. Ditambah lagi, ketika hujan turun, air menggenang di halaman pasar.

"Terkadang, saya datang ke pasar mau buka warung saja, sekitar jam 8 pagi, saya lihat masih ada sampah yang belum terangkut," jelasnya.

Terpisah, Kabid Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin, Marzuki, berharap adanya kedisiplinan para pengangkut sampah dari pemukiman ke tempat pembuangan sementara (TPS).

"Tidak boleh, membuang sampah di luar waktu yang telah kami tentukan. itu akan membuat rotasi pengangkutan menjadi kacau. Ada yang sampah terangkut, ada pula yang nanti tidak. Nah, ini yang sering terjadi, " jelasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Ahmad Rizky Abdul Ghani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved