Bisnis Techno

Sonos Gugat Google di Pengadilan AS, Gara-gara 'Jiplak' Speaker Pintar Pakai Teknologi Multi-room

Raksasa mesin pencari asal AS, Google, baru-baru ini dituntut oleh perusahaan teknologi audio, Sonos, atas dugaan pelanggaran hak cipta (paten).

Sonos Gugat Google di Pengadilan AS, Gara-gara 'Jiplak' Speaker Pintar Pakai Teknologi Multi-room
DigitalTrends
Perangkat speaker Sonos Move. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Raksasa mesin pencari asal AS, Google, baru-baru ini dituntut oleh perusahaan teknologi audio, Sonos, atas dugaan pelanggaran hak cipta (paten).

Setidaknya ada lima paten Sonos yang diduga digunakan secara ilegal oleh Google, salah satunya adalah teknologi speaker yang bisa disinkronkan dengan speaker lainnya dalam ruangan secara bersamaan (multi-room).

Lewat tuduhan yang dilayangkan ke pengadilan federal AS ini, Sonos menuntut kerugian finansial yang diakibatkan Google serta meminta Komisi Perdagangan Internasional (ITC) memblokir penjualan aneka perangkat besutan Google di Negeri Paman Sam.

Diketahui, selain smartphone, Google juga memiliki sejumlah perangkat pintar lain di dalam portofolio perusahaan, seperti Google Nest Mini, Google Home, hingga Google Home Max.

Trump Akhirnya Melunak! Ajak Iran Berdamai? Berikut 5 Update Terkait Konflik Amerika Vs Iran di 2020

VIRAL Pangeran Harry Keluar dari Kerajaan Inggris! Ajak Istri Megan Markle Berwiraswasta untuk Hidup

VIRAL, Ditolak CaMer karena Bukan PNS Lalu Pacar Berselingkuh, Wanita Ini Membalas Pamer Mobil Mewah

“Google secara gamblang telah meniru teknologi yang dipatenkan kami,” ujar CEO Sonos, Patrick Spence, sebagaimana dikutip KompasTekno dari NewYorkTimes, Kamis (9/1/2020).

“Terlepas dari usaha kami selama beberapa tahun terakhir, Google belum menunjukkan kesediaan untuk bekerja sama dengan Sonos. Kami tidak ada pilihan lain selain mengajukan tuntutan hukum,” imbuhnya.

Meski begitu, tidak disebutkan berapa kerugian yang diakibatkan oleh dugaan pelanggaran paten tersebut.

Google angkat bicara

Mendengar tuduhan ini, pihak Google pun angkat bicara. Mereka menyampaikan kekecewaannya atas Sonos yang tidak ingin bekerja sama secara "baik-baik" dan malah memilih jalur hukum. Google pun tentu saja membantah sepenuhnya dugaan tersebut.

"Kami membantah klaim (dugaan) itu dan akan mempertahankan (posisi kami) secara agresif," ujar juru bicara Google, Jose Castaneda.

Bukan hanya Google yang dituntut Sonos. Amazon, perusahaan multinasional asal AS yang juga membuat produk speaker pintar Amazon Echo, juga ikutan digugat atas tuduhan serupa.

Seirama dengan Google, pihak Amazon juga langsung membantah tuntutan miring itu dan mengklaim bahwa teknologi speaker yang dibenamkan di aneka produknya adalah hasil pengembangan perusahaan sendiri.

"Deretan perangkat speaker Echo dan teknologi musik multi-room kami dikembangkan secara independen oleh Amazon," klaim juru bicara Amazon, Natalie Hereth.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Speaker Pintar Google Pakai Teknologi Ilegal?",

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved