Ekonomi dan Bisnis

Ekspor Karet Kalsel Menurun, Tapi, Produksi Lokal Meningkat

Eksport karet dari 18 perusahaan yang bernaung di bawah (Gapkindo) Cabang Kalselteng mengalami penurunan.

Ekspor Karet Kalsel Menurun, Tapi, Produksi Lokal Meningkat
YABN
Petani karet di Desa Kalahiang Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan melakukan menyadapan. 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN - Eksport karet dari 18 perusahaan yang bernaung di bawah Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Cabang Kalimantan Selatan-Tengah sedikit mengalami penurunan sepanjang tahun 2019.

Ketua Gapkindo Kalsel, Andreas Winata mengatakan untuk realisasi eksport ke 46 negara tujuan di tahun 2019 sebanyak  197.680 ton, sedangkan tahun 2018 sekitar 204.149 ton terdiri karet sier 10, 20 dan sebagian kecil rubbert smoke sit tes kelas 1 dan 2.

"Penurunan eksport nya sekitar 3,16 persen," paparnya didampingi Sekretaris Eksekutif Gapkindo Kalselteng, Hasan Yuniar.

Dijelaskannya, penurunan eksport karet itu disebabkan pengaruh musim hujan, walau sepanjang tahun 2019 tidak terlalu lama tapi tapi sedikit berpengaruh kondisi latex yang dihasilkan berkurang.

Di Luar Dugaan, Air di Planet Mars Mendadak Lenyap, Berubah Kering, Mungkinkah Manusia Bisa Hidup?

Depan ULM Banjarbaru Selalu Terendam saat Hujan Lebat, Balai Jalan Ungkap Ini Penyebabnya

Permintaan Pilu & Tangis Lina ke Rizky Febian Diungkap Pasca Racun di Tubuh Istri Sule Diucap Polisi

Semua Video Betrand Peto Dihapus dari YouTube Jadi Keinginan Haters Kata Ruben Onsu, Suami Sarwendah

"Begitu juga di musim gugur daun pohon karet di bulan Juni lalu di beberapa daerah sentra karet seperti Kotabaru, Tanah Bukbu, Tanah Laut dan beberapa daerah lainnya berdampak mengurangi produktivitas latex karet," paparnya seraya menambahkan musim gugur daun itu alami.

Untungnya, lanjut dia, saat itu tak dibarengi penyakit jamur seperti yang terjadi di Sumatera.

Selain itu ada kebijakan dari tiga negara penghasil karet dunia yang tergabung dalam International Tripartite Rubber Council (AETS) yakni Indonesia, Malaysia, dan Thailand sepakat mengurangi volume ekspor karet alam sebesar 240 ribu ton. 

"Pengurangan ekspor karet alam ini diterapkan selama empat bulan, dari April sampai Juli 2019 untuk mendongkrak harga karet di pasar global," tandasnya.

 Langkah itu sebagai bagian dari kebijakan Agreed Export Tonnage Scheme (AETS) ke-6 yang disepakati oleh ketiga menteri negara anggota.

"Untuk Indonesia, pengurangan ekspornya sebesar 98,160 ribu ton karet alam," tandasnya.

Halaman
12
Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved