Breaking News:

Berita HSS

Pasar Sirih HSS Difungsikan, Pemidahan Ditandai Syukuran Setelah Salat Subuh Berjamaah

Sebuah bangunan pasar, yang diberi nama Pasar Sirih, telah dibangun Pemkab HSS, dan telah diresmikan pada 2 Desember 2019 lalu, bertepatan HUT HSS

istimewa/protokol dan kehumasan Pemkab HSS
Salat subuh berjamaah sebelum syukuran ditempatinya pasar oleh pedagang di Desa Sirih, Kecamatan Kalumpang, Hulu Sungai Selatan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Warga Desa Sirih, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, kini tak lagi merasa khawatir saat berbelanja di pasar tumpah, pinggir jalan.

Sebuah bangunan pasar, yang diberi nama Pasar Sirih, telah dibangun Pemkab HSS, dan telah diresmikan pada 2 Desember 2019 lalu, bertepatan HUT HSS ke-59.

 Namun, syukuran sekaligus pemindahan pedagang yang dulunya berjualan di pinggir jalan, ke Pasar Sirih dilaksanakan Jumat (10/1/2020).

Syukuran ditandai dengan salat subuh berjamaah di lokasi pasar bersama Bupati HSS H AChmad Fikry, dengan iman Guru Madiah dari Desa Sirih, dilanjutkan sambutan Bupati HSS dan tausyiah serta doa oleh Ketua MUI Kecamatan Kalumpang, ustadz Abdurrahman Nahdi.

Pramugari Siwi Mengaku Tahu Siapa di Balik Akun Twitter @digeeembok, Gandeng Elza Syarief ke Polisi

Hujan dan Petir Masih Ada, Ini Saran Kepala Stasiun Meteorologi Bandara Gusti Sjamsir Alam Kotabaru

Terkait Hak Asuh, Betrand Peto Akan Jalani Sidang, Suami Sarwendah Ruben Onsu Jalani Tes Kejiwaan

Presiden Jokowi, Softbank dan Grab Kembali Melakukan Pertemuan, Apa yang Sudah Disepakati?

 Penggunaan pasar oleh para pedagang, pun berjalan lancar. Pedagang kompak menempati pasar tersebut, dan berjanji tetap tertib, tak lagi berjualan di pinggir jalan karena mengganggu kelancaran arus lalu lintas di desa tersebut.

“Kalau semua berjualan di dalam, otomatis kami juga berjualan di dalam pasar,”ungkap pedagang buah, Rahmat.

 Sementara, pemindahan pedagang tersebut, juga disambut gembira warga setempat, yang biasa berbelanja di tengah lalu lalang lalu lintas yang melewati desa Sirih. “Alhamdulillah, dengan adanya pasar ini, belanja lebih nyaman.

Tak merasa was-was lagi saat transaksi jual beli. Dulu saat tawar menawar, sering lewat truk besar. Belum lagi klakson minta jalan agar tak ditutupi. Jadinya ngeri juga ketabrak saat belanja,”ungkap salah satu warga Sirih.

 DIa juga berharap, agar waktu berjualan lebih panjang, karena saat pasar di pinggir jalan hanya sejak pagi sampai pukul 09.00 wita, sudah bubar.

“Kalau ada bangunan pasaranya kan pedagang lebih leluasa berjualan,”tambah warga tadi.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved