Berita HST

Hanya Jadi Limbah, Ditangan Noor Sehat, Kulit Jagung Jadi Tas Cantik

Siti Nor Sehat atau yang akrab disapa Sehat ini mengembangkan kerajinan tangan dari kulit jagung.

Hanya Jadi Limbah, Ditangan Noor Sehat, Kulit Jagung Jadi Tas Cantik
istimewa
Siti Noor Sehat memperlihatkan sebuah tas berbahan kulit jagung olahannya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Setelah sukses membuat kerajinan tangan dari purun dan eceng gondok, kini Siti Nor Sehat atau yang akrab disapa Sehat ini mengembangkan kerajinan tangan dari kulit jagung.

Kulit jagung yang tak terpakai dan menjadi limbah, disulap Sehat menjadi kerajinan tangan yang cantik.

Apalagi, kulit jagung ini merupakan limbah yang biasanya dibuang. Mendapatkannya pun mudah dan secara cuma-cuma.

Di Pasar Keramat, Barabai, Sehat dapat mengumpulkan kulit jagung dengan mudah untuk membuat kerajinan tangan berupa tas maupun bros.

NEWSVIDEO : Yuk Kunjungi Pasar Budaya Balida Balangan, Suguhkan Wisata Kuliner dan Traditional

Diguyur Hujan, Wisata Riam Bejandik Masih Ramai, Debit Air Tidak Alami Kenaikan

Akhirnya Ahmad Dhani Ungkap Alasan Pilih Mulan Jameela & Depak Maia Estianty, Ashanty & Anang Kaget?

Sikap Aneh Adik Rizky Febian ke Teddy Pasca Lina Meninggal, Tangis Putri Sule Saat Ucap Ini

Pembuatannya juga tak begitu rumit. Sehat membeberkan untuk membuat tas pihaknya menggunakan kulit jagung yang sudah dikeringkan.

Namun, kulit jagung yang digunakan merupakan dauh jagung yang keras hingga lemah. Sehat menggunakan empat lapis daun jagung. Pada lapisan pertama harus kulit jagung yang keras. Kemudian disusul dengan daun yang agak lemah hingga lemah.

Prosesnya sebelum dikeringkan kulig jagung harus dicuci bersih dan dimasak alias direbus. Lalu kemudian dikeringkan selama dua hingga tiga jam di bawah terik matahari.

Agar kulit jagung tak rusak, harus dibolak balik. "Baru dipilah. Mana yang keras mana yang lemah. Yang karas diolah bunga sedangkan yang agak lemah dipergunakan sebagai bahan anyaman.

Untuk harga dan pangsa pasar, Sehat, mengatakan jika harganya tak jauh beda dari kerajinan tangan dengan eceng gondok.

"Daya jualnya tinggi. Harganya tergantung kerumitan anyaman dan bahan kombinasi," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved