Berita Internasional

240 Penerbangan Dibatalkan Ribuan Penumpang Terlantar, Dampak Meletusnya Gunung Taal di Filipina

Setidaknya 10.000 orang dilaporkan mengungsi setelah Gunung Taal yang berada di Filipina meletus, Minggu (12/1/2020).

240 Penerbangan Dibatalkan Ribuan Penumpang Terlantar, Dampak Meletusnya Gunung Taal di Filipina
Social Media/Jon Patrick Laurence Yen via REUTERS
Tangkapan layar dari video memperlihatkan Gunung Taal di Tagaytay, Filipina, meletus pada 12 Januari 2020. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Setidaknya 10.000 orang dilaporkan mengungsi setelah Gunung Taal yang berada di Filipina meletus, Minggu (12/1/2020).

Lava dan kolom abu, disertai dengan kilatan petir, terlihat dari gunung yang berlokasi di sebelah selatan Manila itu.

Rumah dan jalanan yang berada di sekitar Gunung Taal bergetar dan tertutup pasir, dengan 10.000 orang berada di pusat evakuasi.

"Anda tidak akan bisa tidur. Sebab setiap kali menutup mata, Anda akan melihat rumah berguncang," ucap pemilik restoran, Lia Monteverde.

Dilansir AFP Senin (13/1/2020), Monteverde menuturkan gempa terjadi beberapa menit setelah letusan gunung yang jadi destinasi wisata populer itu.

Pria yang Dipilih Via Vallen Sebagai Suami Cukup Punya Syarat Ini, Doa Rival Nella Kharisma Diungkap

Hasil Olah TKP Kematian Lina, Mantan Istri Sule Diungkap, Ibu Rizky Febian Ternyata Alami Hal Ini

Akhirnya Ahmad Dhani Ungkap Alasan Pilih Mulan Jameela & Depak Maia Estianty, Ashanty & Anang Kaget?

Taal berlokasi di tengah danau indah, dan menjadi salah satu gunung berapi paling aktif di negara Asia Tenggara tersebut.

Aktivitas itu terjadi karena Filipina berada di Cincin Api Pasifik, lempeng tektonik aktif yang berada di perut Bumi.
Sekolah, kantor pemerintah di region dekat Gunung Taal, maupun Bursa Efek Filipina dilaporkan ditutup guna mengantisipasi terjadinya erupsi.

Otoritas penerbangan menyatakan, mereka mengkaji jika pesawat diizinkan terbang di Manila, setelah ditutup pada Minggu.

Sejumlah 240 penerbangan dibatalkan, dengan puluhan ribu calon penumpang terlantar di Bandara Internasional Ninoy Aquino.

Joan Diocaras, warga Filipina yang bekerja di Taiwan berkata, pembatalan itu cukup membuatnya lelah dan menguras kantongnya.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved