Lifestyle

Berawal Kesukaan Keluarga, Telur Asin Evi Tembus Pasar Modern

Telur Asin dan Kue Kering Akar Pinang olahan Evi Meirita yang dipajang di Alfamart maupun toko pusat oleh-oleh di Banjarmasin.

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Hari Widodo
istimewa
Telur Asin olahan Evi Meirita yang dipajang di Alfamart maupun toko pusat oleh-oleh di Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Makanan tradisional Banua sekarang ini tak lagi hanya diijual di pasar-pasar tradional dan sudah merambah pasar modern yang ada di Banjarmasin.

Salah satunya Telur Asin dan Kue Kering Akar Pinang olahan Evi Meirita yang dipajang di Alfamart maupun toko pusat oleh-oleh di Banjarmasin.

Ide bisnis Telur Asin, kata Evi berawal dari dl kesukaan keluarga dan kalangan keluarga saja minta bikinkan. Lama kelamaan tetangganya pun mulai memesan minta bikin telur asin bikinannya.

"Saya pun mulai memberanikan diri memproduksi telur asin ke pasaran tahun 2014 dan tanggapan konsumen cukup bagus hingga keterusan sampai sekarang," ucapnya, Senin (13/1/2020).

NEWSVIDEO : Dua Nenek Janda di Kelayan Selatan Banjarmasin Tunggu Uluran Bantuan dari Pemerintah

Pengadaan Lahan SMAN 5 Banjarbaru Gagal, Disdik Siapkan Lahan Baru Pengganti di Kelurahan Ini

Ulah Syahnaz & Jeje Tempati Kamar Raffi Ahmad & Nagita Slavina Pasca Lahiran Berujung Masalah

Kejanggalan Akikah Bayi Baim Wong & Paula Verheoven, Sohib Raffi Ahmad Khawatirkan Kiano Begini

Dia pun mencoba mempromosikan telur asin serta Kue Kering Akar Pinang dengan brand R2 ke pasar modern seperti Alfamart.

"Alhamdulillah, tahun 2017, kedua produksi saya sudah bisa dijual disana. Juga ada dijual diberbagsi Toko Oleh-Oleh di Banjarmasin," tandasnya.

Evi pun bercerita, seinggu sekali drop ke deponya di bati bati 100 sampai 150 pcs per minggu, tergantung ordernya.

"Kalau telur asin per pak kita jual isi 3 butir Rp 12.000, sedangkan akar pinang per bungkus harganya Rp 10.000," tandasnya.

Walau pun makanan tradisional, omset per bulan cukup menjanjikan Rp 5-7 juta per bulannya.

"Untuk mengalah telur asin dan kue Akar Pinang dibantu dua orang tenaga kerja," tandasnya.

Bahan dasar telur, lanjut Evi, didatangkan dari Barabai,Hulu Sungai Tengah. Kemudian diolahnya selama 15 hari. "Kalau sudah jadi, baru lah dimasak," ungkapnya.

Warga Jalan Pramuka Kompleks Satelit Permai RT. 19 No. 72 Banjarmasin ini menambahkan, dirinya juga ada mempromosikan melalui sosial media.

Telur Asin dan Kue Kering Akar Pinang olahan Evi Meirita yang dipajang di Alfamart maupun toko pusat oleh-oleh di Banjarmasin.
Telur Asin dan Kue Kering Akar Pinang olahan Evi Meirita yang dipajang di Alfamart maupun toko pusat oleh-oleh di Banjarmasin. (istimewa)

Ada beberapa orang memesan dari Jakarta dan Surabaya, cuma tak banyak sehingga mahal ongkos kirimnya.

Evi pun mengakui persaingan bisnis telur asin dan kue Akar Pinang semakin ketat mengingat banyak orang yang mrpoduksi.

NEWSVIDEO : ‘Hotel Embun’ Ala Pedagang Pasar Terapung Banjarmasin, Tempat Tidur Sebelum Jualan

Ketika Goweser Polres HSU Tempuh Rute HSU-Banjarbaru, Kapolres Rela Hujan-hujanan

Kekecewaan Nikita Mirzani pada Cara Andhika Pratama Minta Maaf, Pasca Heboh Sentilan Suami Ussy

"Supaya bisa bertahan, saya mencoba variasi rasa dari maanis, asin. Saya juga mau mencoba dengan sayuran wortel, dan daun seledri," tandasnya.

Mengenai bantuan pemerintah, menurutnya belum pernah sama sekali dan selama ini berusaha mandiri. (banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved