Berita Banjarmasin

Ceceran Oli Masih Berpotensi Cemari Sungai Martapura Banjarmasin, Begini Menurut Pengamat Lingkungan

Ceceran Oli Masih Berpotensi Cemari Sungai Martapura, Begini Menurut Pengamat Lingkungan

Ceceran Oli Masih Berpotensi Cemari Sungai Martapura Banjarmasin, Begini Menurut Pengamat Lingkungan
banjarmasinpost.co.id/abdul gani
Cairan oli yang masih masih menghitam di saluran drainase Jalan Kapten Piere Tendean Kota Banjarmasin Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Empat hari sudah kini peninjauan dan penindakan terhadap sebuah lahan penumpukan oli berdampak pada pencemaran lingkungan di Sungai Martapura Kota Banjarmasin Kalsel, dilakukan oleh instansi gabungan.

Melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin dan Direktorat reserse kriminal khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalsel pada Kamis (9/1/2020) sore lalu, proses penyidikan pun terus berlangsung di ranah kepolisian.

Namun sayangnya, di tengah proses hukum yang menjerat pemilik lahan penumpukan oli berdampak pencemaran tersebut bergulir, pemandangan tidak mengenakkan justru masih terlihat di Jalan Kapten Piere Tendean.

Ceceran oli masih nampak mengalir di sejumlah saluran drainase tersebut. Tidak terkecuali sungai Martapura yang sebagai ujung saluran drainase itu, juga nampak sebagian menghitam lantaran oleh keberadaan oli tersebut. 

Kasus Oli Cemari Sungai Martapura Naik Ke Penyidikan, Enam Saksi Telah Diperiksa

NEWSVIDEO : Tampilan Bandara Gusti Sjamsir Alam Kotabaru, Ruang Tunggunya Oke

Ulah Syahnaz & Jeje Tempati Kamar Raffi Ahmad & Nagita Slavina Pasca Lahiran Berujung Masalah

Kejanggalan Akikah Bayi Baim Wong & Paula Verheoven, Sohib Raffi Ahmad Khawatirkan Kiano Begini

Seorang warga, Ari melihat kondisi itu turut menyesalkan. Terlebih ketika hujan mengguyur kawasan Jalan Kapten Piere Tendean, ceceran oli kian kontras menghiasi permukaan sebagian bantaran air sungai Martapura itu.

" Kalau ini masih sedikit. Beda kalau hujan, cairan oli semakin banyak turun ke bantaran sungai dan membuat permukaannya mengkilap," kata Ari.

Sehubung itupula, ia pun turut menyarankan perlu adanya penanganan pasca penindakan terhadap lahan penumpukan oli di kawasan Jalan Kapten Piere Tendean Kota Banjarmasin tersebut.

Sehingga meski proses hukum sang pemilik lahan saat ini sedang berjalan, namun perlu juga adanya penanganan agar limbah oli tidak mengalir dan mencemari sungai Martapura.

" Entah ditutup atau diapa, mungkin terserah. Tapi yang jelas jika ini dibiarkan, oli terus menerus akan mencemari sungai Martapura," jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan seorang pengamat lingkungan Kota Banjarmasin, Hamdi saat dihubungi Bpost melalui media sosial WhatsAppnya, Senin (13/1/2020) siang tadi.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved