OTT KPK

Hasto Sekjen PDIP Mengaku Tanda Tangan, Siap Dipanggil KPK Soal Kasus Kader PDIP

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, mengakui menandatangani surat kepada KPU, yang mengajukan Harun Masiku sebagai pengganti Nazarudin Kiemas

Hasto Sekjen PDIP Mengaku Tanda Tangan, Siap Dipanggil KPK Soal Kasus Kader PDIP
Tribunnews.com/ Chaerul Umam
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (10/1/2020). 

JAKARTA, BPOST – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, mengakui menandatangani surat kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang mengajukan Harun Masiku sebagai pengganti Nazarudin Kiemas di DPR RI.

Nazarudin meninggal dunia pada Maret 2019. Surat itu juga ditandatangani Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri.

”Kalau tanda tangannya, betul. Karena itu sudah dilakukan secara legal,” kata Hasto saat ditemui di arena Rakernas PDIP di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Minggu (12/1/2020).

Sebagai partai pengusung, menurut Hasto, wajar bila PDIP mengajukan pengganti antar waktu (PAW). Hasto berpegang pada tafsir putusan MA bahwa partai berhak menentukan pengganti caleg meninggal di DPR.

KPK Tetapkan Politisi PDI-P Harun Masiku Tersangka Setelah Lakukan OTT Komisioner KPU Wahyu Setiawan

KPK Tetapkan Komisioner KPU sebagai Tersangka Dugaan Suap Terkait Penetapan Anggota DPRD Daerah ini

NEWSVIDEO : Begini Cara Warga Keturunan Jatim Lestarikan Kuda Lumping dan Campur Sari di Kalsel

Pajak Kendaraan Bermotor 2019 Lebihi target, Ternyata tertolong dengan Program Pembebasan Denda PKB

Meski kemudian oleh KPU, permintaan itu ditolak karena tak sesuai UU Pemilu. KPU justru menetapkan Riezky Aprilia peraih suara terbanyak kedua sebagai pengganti Nazarudin.

PDIP pun menghormati putusan KPU dalam rapat pleno pada 7 Januari 2020 tersebut.

“Kami ini taat pada hukum. Kami dididik untuk setia kepada jalan hukum tersebut. Ketika kantor kami diserang pun kami juga menempuh jalur hukum,” ujarnya.

Berkaitan dengan penunjukannya oleh DPP PDIP, Harun disangka menyuap komisioner KPU, Wahyu Setiawan, untuk memuluskan jalannya menjadi anggota DPR.

Mereka pun ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun sampai saat ini Harun buron.

Mengenai kasus ini, Hasto menyebut hal itu di luar tanggung jawab partai.

Halaman
12
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved