Berita Balangan

Ini Kata Arie Febry Fardheny Dosen Fakultas Teknik ULM tentang Jembatan Runtuh di Balangan Kalsel

Melihat foto jembatan gantung yang ambruk di Desa Babayau, Kacamatan Paringin, Kabupaten Balangan, pertama perlu diingat konsep jembatan gantung

Ini Kata Arie Febry Fardheny Dosen Fakultas Teknik ULM tentang Jembatan Runtuh di Balangan Kalsel
ISTIMEWA
Arie Febri, dosen Fakultas Teknik ULM 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Melihat foto jembatan gantung yang ambruk di Desa Babayau, Kacamatan Paringin, Kabupaten Balangan, pertama perlu diingat konsep jembatan gantung adalah jembatan yang ditahan oleh kabel utama dan kabel penggantung.

Hal ini dikatakan dosen Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM),  Arie Febry Fardheny,sehubungan dengan terjadinya insiden yang melukai warga Kabupaten Balangan.

Menurutnya, kekuatan jembatan ini, secara garis besar ditahan oleh kabel.

"Sering kali, kegagalan terjadi akibat kabel tidak memenuhi gaya tarik yang direncanakan sehingga elemen jembatan mengalami defleksi atau penurunan saat menerima beban," paparnya.

Jembatan di Desa Babayau Balangan Kalsel Runtuh, Pengendara Motor Jatuh ke Sungai

NEWSVIDEO : Jembatan Gantung Desa Babayau Kecamatan Paringin Ambruk, Begini Kondisinya

Yuk Kunjungi Pasar Budaya Balida Balangan, Suguhkan Wisata Kuliner dan Tradisional

Banjir Rendam Desa Tanahabang Banjar, Malam Hari Polisi Terjunkan Perahu Karet Evakuasi Warga

Kegagalan kedua, sering kali terjadi di end block atau kaitan akhir dari kabel utama.

Bisa jadi, akibat kurangnya berat end block menahan gaya tarik dalam beban maksimum.

Kegagalan ketiga adalah pada elemen baja.

Namun, kegagalan ini sangat jarang terjadi karena saat ini jembatan gantung penyeberangan orang telah distandarisasi pabrikasinya oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Kegagalan keempat adalah akibat beban berlebih melewati standar yang ditandai dengan defleksi besar pada tengah jembatan.

"Perencanaan jembatan gantung, sebenarnya tidak rumit.Dikarenakan, pembuatan jembatan gantung telah ada pedoman dan tata caranya," imbuh dia.

Angin Kencang Sapu Takisung, Atap dan Dinding Rumah Fatimah Ambruk

Kesialan Driver Ojol yang Punya Nama & Wajah Mirip Reynhard Sinaga, Sempat Diperlakukan Begini

Petani di Daerah Sentra Kemiri di Kabupaten Tanah Laut Kalsel Raup Rp 2 Juta Saat Panen

Selain itu, jembatan gantung telah ada standarisasi atau statusnya siap beli pada bentang bentang yang telah ditentukan oleh kementerian PU.

Hal yang rumit adalah menentukan end block untuk dapat menahan gaya tarik yang terjadi pada kabel utama dan memastikan bahwa tegangan kabel utama telah sesuai kekencangannya untuk menahan beban yang direncanakan.

Dalam pelaksanaan jembatan gantung, salah satu kunci agar penerapannya sesuai dengan rencana adalah dengan melihat defleksi tengah jembatan atau chamber tengah jembatan.

Kurangnya tegangan pada kabel utama akan membuat defleksi yang besar terlebih dahulu sehingga saat ditambahkan beban akan membuat defleksi lebih besar lagi. (Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved