Berita Banjar

Jalur Banjarbaru-Batulicin Buka Akses Hulu Riam Kanan, Warga Harapkan Jalan Cepat Diaspal

Jalan alternastif Banjarbaru-Batulicin memang sudah bisa dilalui kendaraan. Akses ini, disambut gembira warga.

Jalur Banjarbaru-Batulicin Buka Akses Hulu Riam Kanan, Warga Harapkan Jalan Cepat Diaspal
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Akses Banjarbaru-Batulicin yang telah menembus ke Desa Rantau Bujur Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Jalan alternastif Banjarbaru-Batulicin memang sudah bisa dilalui kendaraan.

Adanya akses jalan darat ini memang begitu disambut gembira warga khususnya yang tinggal di Hulu Waduk riam kanan.

Masih dalam tahap pembangunan, akses jalan masih tahap pengerasan dan belum diaspal. Pada permukaan jalan banyak batuan, diantaranya ada yang sulit dilalui motor karena jalanan berlumpur. Motor bisa selilp saat hujan deras.

Banyaknya kerikil dan batuan berukuran besar membuat pengendara harus selalu ekstra hati-hati, sedikit saja lengah konsentrasi motor bisa kepeleset karena licin akibat kerikil.

Hanya Jadi Limbah, Ditangan Noor Sehat, Kulit Jagung Jadi Tas Cantik

NEWSVIDEO : Yuk Kunjungi Pasar Budaya Balida Balangan, Suguhkan Wisata Kuliner dan Traditional

Kata dr Boyke Soal Kasus Reynhard Sinaga, Setuju Tak Dipenjara Jika Terbukti Alami Kondisi Ini?

Sikap Aneh Adik Rizky Febian ke Teddy Pasca Lina Meninggal, Tangis Putri Sule Saat Ucap Ini

Dari pantauan reporter banjarmasinpost.co.id, Minggu (12/1/2020) ketika hari masih terang lalulintas lumayan ramai pengendara.

Hilir mudiknya warga berasal dari desa-desa di hulu waduk Riam Kanan seperti Desa Bunglai, dusun Sungai Luar Desa Tiwingan Baru, Desa Apuai, Desa Rantau Bujur serta Desa Rantau Balai.

Lima desa tersebut masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar yang berada di pinggiran waduk Riam Kanan.

Sejak jalan poros Awang Bangkal-Batulicin dibuka tahun 2016, warga kampung di hulu waduk PLTA Riam Kanan Kecamatan Aranio lebih banyak melintas di jalur poros Awang Bangkal-Batulicin, ketimbang menggunakan akses jalur air di waduk Riam Kanan.

Ya, setelah terbukanya akses jalan poros baru tersebut, desa-desa di kawasan waduk Riam Kanan lebih cepat ke ibukota Kabupaten Banjar, meski tetap harus menempuh jalan menurun dan menanjak belum beraspal -hanya hamparan pengerasan batu-.

Poros jalan Awang Bangkal-Batulicin, adalah akses jalan baru bagian dari pengembangan jalan ‘tol baru’ Banjarbaru-Tanah Bumbu yang mulai dikerjakan sejak 21 Oktober 2016 lalu hingga awal tahun 2019 ini.

Akses Banjarbaru-Batulicin melalui ke Desa Rantau Bujur Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar
Akses Banjarbaru-Batulicin melalui ke Desa Rantau Bujur Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar (banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan)

" Kami berharap agar segera diaspal saja, katanya 2020. Sekarang kalau mau ke kota ya lewat jalur darat saja, dulu pakai kelotok lewat jalur air. Lewat jalur darat memangkas waktu," ucap Zainudin, warga Desa Rantau bujur, seorang ayah beranak satu ini.

Nana, warga Rantau ini melewati jalur darat itu. Dia mau main ke Desa Rantau Bujur untuk berkemah dan mancing, dia melalui jalan pada Sabtu (11/1/2020).

Diguyur Hujan, Wisata Riam Bejandik Masih Ramai, Debit Air Tidak Alami Kenaikan

Banjir Rendam Desa Tanahabang Banjar, Malam Hari Polisi Terjunkan Perahu Karet Evakuasi Warga

Pertanyaan Kriss Hatta Soal Zaskia Gotik Buat Vicky Prasetyo Menangis, Reaksi Suami Angel Lelga

" Dari yang tadinya mau cepat malah jadi lama diperjalanan, alokasi dua jam harinya tiga jam mulai awangbangkal ke Rantau Bujur karena hujan deras, di jalanan harus hati-hati karena licin banyak kerikil. Juga banyak bagian permukaan jalan yang sulit dilalui jadi kubangan air dan lubang, motor bisa selip akibat tanah," kata dia.

Dari pantauan di beberapa titik di jalur itu tampak alat berat juga dumtruk.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved