B Focus Urban Life

Keberatan Pajak Dikenakan 10 Persen, Petani Walet Batola Usul Penarikan Pajak 2,5 Persen

RENCANA menggembok rumah walet yang mengemplang pajak sebesar 10 persen tiap panen benar-benar membuat petani walet gelisah dan resah.

Keberatan Pajak Dikenakan 10 Persen, Petani Walet Batola Usul Penarikan Pajak 2,5 Persen
banjarmasinpost.co.id/aya sugianto
Rumah walet 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - RENCANA menggembok rumah walet yang mengemplang pajak sebesar 10 persen tiap panen benar-benar membuat petani walet gelisah dan resah.

“Kita dari awal pembuatan rumah walet itu perlu banyak biaya. Kalau diterapkan pajak 10 persen setiap kali panen itu terlalu berat,” kata H Joni Kardani, pemilik TJ walet di Kecamatan Cerbon Batola.

Menurut Joni, idealnya pajak walet itu seperti hukum Islam, yakni 2,5 persen saja sehingga sesuai syariat Islam.

Dengan berpegang 2,5 persen, maka pengusaha walet itu akan punya tanggung jawab kepada Allah terhadap hasil panennya.

Kesal Tak Ada Kesadaran Pengusaha Walet Bayar Pajak, BP2RD Batola Segera Berikan Sanksi ini

Lagi! Ulah Andhika Pratama Bikin Nikita Mirzani Murka, Komentar di IG Gilang Dirga Jadi Penyebabnya

Anggota DPRD Tanah Bumbu dan DPRD Tapin Ingin Tunjangan Rumah dan Transportasi Naik

Sikap Aneh Adik Rizky Febian ke Teddy Pasca Lina Meninggal, Tangis Putri Sule Saat Ucap Ini

Menurut Joni, penggembokan rumah walet itu terlalu berat dan berlebihan.

Rumah walet itu perlu pemeliharaan dan setiap masuk ke rumah walet bukan tentu untuk panen,

Kadang alat-alat rumah walet itu itu bisa rusak.

Jika mau mengganti alat yang rusak, maka harus minta izin ke kejaksaan, maka tentu akan repot sekali.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved