Berita Kotabaru

Mutasi Dokter di Pamukan Utara, Sekretaris Dinkes dan Mantan Kadinkes Saling Lempar

Terkait SK Mutasi dr Zainal Abidin dari Pamukan Utara ke Pulau Sembilan banyak warga yang kecewa karena harus kehilangan dokter berjiwa sosial.

Mutasi Dokter di Pamukan Utara, Sekretaris Dinkes dan Mantan Kadinkes Saling Lempar
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Akhmad Rivai Asisten 2 Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kotabaru, Mantan Kadinkes Kotabaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Terkait SK Mutasi dr Zainal Abidin dari Pamukan Utara ke Pulau Sembilan, dipertanyakan. Banyak warga yang kecewa karena harus kehilangan dokter berjiwa sosial.

Tanpa sebab, dokter yang sudah 20 tahun bekerja di Pamukan Utara tersebut, tiba-tiba dimutasi yang merupakan bawahan Dinas Kesehatan Kotabaru.

Terkait itu, Sekretaris Dinas Kesehatan yang sekligus Plt Kepala Dinas Kesehatan Kotabafu Hj Ernawati, saat dikonfirmasi pada Senin (13/1/20) menolak untuk memberikan komentar.

Alasannya, lantaran saat itu masih zamannya Kepala Dinas Kesehatan H Akhmad Rivai yang saat ini menjabat sebagai Asisten 2, sedangkan dirinya saat itu hanya sekretaris.

Kantor Bupati Ditolak, 5 SKPD Ini yang Akan Dibangunkan Kantor Baru oleh Pemkab Tanahlaut

2,5 Juta Ikan Nila Mati, Dinas Lingkungan Hidup Batola Ambil Sample Air di Lima Titik

Uang Hasil Penipuan Ratusan Juta Milik Edo Dipakai Main Judi Online Dalam Lapas Palangkaraya

Tubuh Montok Syahrini Saat Liburan di Los Angeles Disorot, Istri Reino Barack Pamer Ini Pagi Hari

" Itu kan Kepala Dinasnya pa Rivai, saya sekretarisnya. Jadi lebih baik ke pa Rivai," katanya.
Sementara itu, H Akhmad Rivai saat ditemui di ruangannya mengaku, itu ranahnya sekretaris yang saat itu dilapangan. Dirinya mengaku tidak tahu, bahkan dirinya saat itu juga dilantik berbarengan pada 2 Januari 2020.

" Harusnya yang menjelaskan ibu Erna, saya tidak tahu soal itu karena yang dilapangan ibu Erna. Bahkan saya juga belum pernah ke Bakau Pamukan Utara saat menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan selama 2019 lalu. Terkait pemindahan, saya tidak tahu sama sekali," katanya.

Sekadar diketahui, saat ini Kotabaru sedang kekurangan dokter. Bila benar, nanti dokter Zainal Abidin dipindah dan akhirnya memilih resign, Kotabaru bakal memperparah kekurangan dokter.

(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved