Berita Tanahlaut

Petani di Daerah Sentra Kemiri di Kabupaten Tanah Laut Kalsel Raup Rp 2 Juta Saat Panen

Sudah puluhan tahun, Bahrudin merawat pohon kemiri di kebun orangtuanya. Kebunnya lebih lima hektare di gunung Desa Ketapang, Kecamatan Bajuin

Petani di Daerah Sentra Kemiri di Kabupaten Tanah Laut Kalsel Raup Rp 2 Juta Saat Panen
BANJARMASINPOST.CO.ID/MILNA SARI
Bahrudin menunjukkan kemiri di kebun yang tak jauh dari rumahnya, Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, Kalsel, Minggu (12/1/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sudah puluhan tahun, Bahrudin merawat pohon kemiri di kebun orangtuanya.

Kebunnya seluas lebih dari lima hektare di gunung Desa Ketapang, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut/Tala (Tanahlaut, KBBI), Kalimantan Selatan (Kalsel), telah menghasilkan uang bagi ibu dan dirinya.

Tak tanggung-tanggung, penghasilan dari buah kemiri kebun keluarga tersebut bisa mencapai Rp 2 juta per panen.

Bahrudin tergolong petani kemiri yang memiliki kebun terluas di Desa Ketapang.

Alami Ini Saat Berenang, Perempuan Muda Ini Tenggelam di Tanggul Sawah Bati-bati

Ini Kata Ketua DPRD Kabupaten Tanahlaut Terkait Rumah Dinas

Orangtua Evan Dimas Diteror Orang Tak Dikenal Bertepatan Sang Bintang Teken Kontrak dengan Persija

Masih Ditempel Stiker Belum Lunas Pajak, Alfamart Belum Jelaskan Soal Lanjutan Keberatannya

Ia bahkan menjadi petani kemiri yang kekeh memertahankan tanaman kemiri saat petani lain mulai menjual batang pohon kemiri untuk dibuat menjadi papan.

“Batang pohonnya besar-besar. Bahkan ada yang diameternya sebesar ban setum,” ujarnya saat ditemui Minggu (12/1/2020).

Ketapang dikenal sebagai kampung kemiri. Karena, desa ini adalah penghasil kemiri di Kabupaten Tanah Laut.

Pohon kemiri ditanam dan sebagian tumbuh sendiri di gunung di lahan warga Desa Ketapang.

Namun karena medan yang berat dan pohon sudah banyak yang tua, membuat warga pemilik kebun kemiri hanya mengambil uang hasil panen kemiri dari warga lain yang mau memanennya.

Banjir Rendam Desa Tanahabang Banjar, Malam Hari Polisi Terjunkan Perahu Karet Evakuasi Warga

Tahun ini Jembatan Bromo akan Dibangun, Butuh Waktu Pengerjaan 10 Bulan

“Kasihan juga, ada orang tidak ada kerjaan, mau memanenkan. Kami pemilik kebun terserah saja mau dikasih berapa,” jelas Bahrudin yang juga ketua RT 2 RW 1 Desa Ketapang.

Halaman
12
Penulis: Milna Sari
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved