Breaking News:

Berita Tanahlaut

Petani di Daerah Sentra Kemiri di Kabupaten Tanah Laut Kalsel Raup Rp 2 Juta Saat Panen

Sudah puluhan tahun, Bahrudin merawat pohon kemiri di kebun orangtuanya. Kebunnya lebih lima hektare di gunung Desa Ketapang, Kecamatan Bajuin

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MILNA SARI
Bahrudin menunjukkan kemiri di kebun yang tak jauh dari rumahnya, Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, Kalsel, Minggu (12/1/2020). 

Hasil kemiri biasanya dijual ke pengepul.

Harga satu kilogram kemiri dengan kulitnya Rp 6.000.

Sedangkan kemiri tanpa kulit dihargai Rp 30.000.

Sementara, pengepul kemiri di Desa Ketapang, Bahriansyah, mengatakan, Desa Ketapang memang menjadi sentra kemiri.

NEWSVIDEO : Yuk Kunjungi Pasar Budaya Balida Balangan, Suguhkan Wisata Kuliner dan Traditional

Pilkada Tanbu 2020, Koordinator Relawan Optimistis Mila Lolos Calon Jalur Perseorangan

Selain petani kemiri, warga yang tak bekerja juga sering mengambil upah untuk memecah kulit kemiri agar buah kemiri bisa dijual bersih tanpa kulit.

“Di sini ada belasan petani kemiri, tapi yang rutin mengantar kemiri ke sini sekitar empat orang saja,” ujarnya.

Buah kemiri yang ia kumpulkan biasanya dijual ke pasar Pelaihari.

Bahriansyah sudah memiliki langganan untuk menjual kemiri.

“Kalau di pasar seberapapun banyaknya kemiri diterima saja, bahkan kemiri yang biasa dijual juga masih kurang,” tambahnya.

Waspadai Gelombang Tinggi, Dispar Pasang Peringatan di Pantai Takisung dan Batakan

Hasil Liga Inggris Pekan Ke-22- Man City Benamkan Aston Villa Setengah Lusin Gol, Aguero Hat-trick

Saat musim panen biasanya ujar Bahriansyah ada saja yang menjual kemiri hingga satu ton.

Namun jika buah kemiri mulai habis, kemiri yang ia terima dari petani hanya sekitar 10 kilogram. (Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved