Ekonomi dan Bisnis

Terapkan Sistem Syariah di Perumahannya, Royzami Sebut Minat Masyarakat Terus Meningkat

Direktur PT Mahatama Properti Group, Royzami Sjachril mengatakan pihaknya sekarang menggunakan sistem Syariah di perumahannya.

Terapkan Sistem Syariah di Perumahannya, Royzami Sebut Minat Masyarakat Terus Meningkat
istimewa/PT Mahatama Properti
PT Mahatama Properti menggunakan sistem syariah yang selalu ada proses akad saat jual beli. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ingin membeli rumah tak hanya secara konvensional juga bisa sesuai syariah Islam ? Sekarang ini beberapa pengembang sudah menggunakan sistem syariah diperumahannya di antaranya PT Mahatama Properti Group, PT Aliya Bangun Mandiri dan lain-lainya.

Direktur PT Mahatama Properti Group, Royzami Sjachril mengatakan pihaknya sekarang menggunakan sistem Syariah di perumahannya.

"Saya menerapkan sistem syariah sudah lebih setahun lalu. Alhamdulillah minat masyarakat terus meningkat karena keinginan utk mendapatkan rumah yg berkah. Per bulannya yang memakai akad syariah lebih 10 unit," paparnya, Senin (13/1/2020).

Menurut Roy, panggilan Royzani, di Syariah ada akad-akadnya yakni akad isthisna, murabahah, musyarokah dan mudhorobah.

Ditinggal Bos SPBU Salat Jumat, Khairil Beraksi Curi Uang Rp 40 Juta, Aksinya Terendus CCTV

NEWSVIDEO: Pelabuhan Sampit Akan Dilengkapi Hotel Berbintang dan Mal

Keseriusan Robby Purba pada Ayu Ting Ting Jadi Pertanyaan Ruben Onsu, Lantas Nasib Didi Riyadi?

Kesedihan Ayah Betrand Peto yang Disembunyikan Diungkap, Ruben Onsu & Sarwendah Kembali Diteror

"Ini ada bedanya antara KPR konvensiomal dengan KPR Syariah adalah dalam hal akad-akadnya," katanya.

Namun, lanjut dia, bagi yang ingin melaksanakan seperti dirinya, perlu diperhatikan developernya dulu untuk berubah ke system syariah baru mengajak ke konsumen memakai sistem Syariah dalam hal poses KPR Murabahah-nya.

Ditambahkan Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Kalsel ini, kebaikan menggunakan sistem ini, baik delepoer maupun nasabh adalah mendapatkan jual beli yang berkah sesuai syariah dimana tidak adanya riba, ghoror,dan dzholim dalam transaksinya. Untuk mendapatkan keberkahan dari Allah SWT

Selain itu, lanjut Roy, sistem perumahan syariah harus jelas jual belinya, pengembang harus sudah jelas legalitas proyek dan perusahaan, lahan sudah diolah, bangunan sudah terbangun dan selesai 100 persen baru jual beli ke Perbankan Syariah secara akad murabahah.

"Kemudian baru Perbankan jual ke nasabah atau enduser. Enduser juga harus pro aktif mengetahui dulu perizinan developernya dan pengalaman developernya sebelum mengambil rumah," katanya.

Roy pun optimis, prospek ke depan sangat cerah karena system syariah memberikan kepastian angsuran dalam jangka waktu yang lama, tidak berubah dan tak takut dengan resesi.

"Umat muslim juga semakin faham mengenai muamalah syariah, sehingga tuntutan ke syariah semakin meningkat kedepannya," bebernya.

Ulah Syahnaz & Jeje Tempati Kamar Raffi Ahmad & Nagita Slavina Pasca Lahiran Berujung Masalah

Sikap Aneh Adik Rizky Febian ke Teddy Pasca Lina Meninggal, Tangis Putri Sule Saat Ucap Ini

Lama Mangkrak Bangunan Eks Kantor PA Martapura Kian Kusam, ini yang Dilakukan Pemkab Banjar

Terpisah, Anton Rahardi Direktur PT Aliya Bangun Mandiri mengatakan dalam angsuran bayar rumah sistem syariah sama saja dengan konvensional.

"Bedanya akadnya kalo di sistem syariah bebas riba karena akad sesuai syariah Islam," tandasnya.

Ditambahkan pengusaha properti di Jalan Pramuka Banjarmasin, prospek sistem Syariah ini Insha Allah cukup baik dan menjanjikan. Apalagi di Kalsel, masyarakatnya cukup religius. (Banjarmasin post.co.id/Syaiful Anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved