Berita Kotabaru

Warga Pamukan Utara Tak Rela, Dokter Belasan Tahun di Mutasi ke Pulau Sembilan

Dokter belasan tahun yang sudah ada di Pamukan Utara yakni dr Zainal Abidin, tiba-tiba dipindahkan.

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Tanpa sebab, seorang dokter di Pamukan Utara yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Puskemas Pamukan Utara, tiba-tiba dimutasi ke Pulau Sembilan.

Mutasi terhadap dokter di Pamukan in,  sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Kotabaru dan berlaku sejak 2 Januari saat ada pelantikan besar-besaran.

Warga kecewa dan tentu merasa kehilangan, bahkan bertanya-tanya. Misalnya saja, Heru yang mengaku heran.

Dokter belasan tahun yang sudah ada di Pamukan Utara yakni dr Zainal Abidin, tiba-tiba dipindahkan. Antara Pamukan Utara dan Pulau Sembilan adalah tempat ujung ke ujung Kotabaru.

Kasus Oli Cemari Sungai Martapura Naik Ke Penyidikan, Enam Saksi Telah Diperiksa

Usulan Pembangunan Gedung Baru Kantor Bupati Tanahlaut Ditolak Dewan, Begini Reaksi Sukamta

Ulah Syahnaz & Jeje Tempati Kamar Raffi Ahmad & Nagita Slavina Pasca Lahiran Berujung Masalah

Tawaran Nikita Mirzani Jadi Istri Kedua Habib Usman buat Kartika Putri Murka & Lempar Ini ke Nyai

Pamukan Utara merupakan daerah dekat perbatasan dengan Kaltim, sedangkan Pulau Sembilan adalah wilayah Pulau Terluar Kotabaru bahkan Kalimantan Selatan.

Mewakili warga lainnya, dia sangat menyesalkan hal tersebut. Mereka sudah merasa nyaman dan enak saat berkonsultasi dengan dokter yang ada itu.

" dr Zainal ini sangat baik. Bermasyarakat, dan punya jiwa sosial yang tinggi kepada masyarakat yang berobat kepadanya," kata syok ketika pertama kali mendengar kabar tersebut.

Eri Ernawati, yang merupakan istri dari dr Zainal mengaku sangat terkejut dan syok saat mendengar kabar tersebut. Dia yang sama-sama berstatus abdi negara ini tentu akan kesulitan. Dia berstatus sebagai guru PNS di Bakau Pamukan Utara.

" Saya sangat syok, sebagai isteri. Padahal pengabdian suami saya sudah sejak tahun 2000, dengan kata lain sudah 20 tahun disana, tapi secara tiba-tiba dimutasi begitu bahkan diujung Pulau Kotabaru," ucapnya yang terdengar menangis dari telepon selulernya saat dihubungi Banjarmasinpost.co.id, Senin (13/1/20).

Dirinya tidak bisa membayangkan, harus bagaimana, kalau harus berpisah dengan suaminya. Sementara dirinya, masih bertugas sebagai guru di satu sekolah SMP di Pamukan Utara. Tak ada waktu lagi untuk bersama dengan lokasi yang sangat jauh.

Sementara itu, dr Zainal Abidin juga luar biasa kecewa. Tanpa sebab yang pasti, dirinya tiba-tiba di mutasi Pemerintah Kotabaru.

NEWSVIDEO : Tampilan Bandara Gusti Sjamsir Alam Kotabaru, Ruang Tunggunya Oke

Tinggal di Gubuk, Dua Janda Renta di Banjarmasin Ini Justru Tak Dapatkan Bantuan Sosial

Kejanggalan Akikah Bayi Baim Wong & Paula Verheoven, Sohib Raffi Ahmad Khawatirkan Kiano Begini

Tak tanggung, mutasinya ke ujung Pulau di Kabupaten Kotabaru. Meski secara resmi, SK belum diterima, namun dari Pemkab Kotabaru memintanya ke Kotabaru untuk mengambil SK.

" Sementara ini saya ikuti saja, tapi saya masih bingung alasan dimutasi. Dan bila memang nanti tetap dimutasi, saya akan memilih resign (mundur dari PNS) demi dekat keluarga dibandingkan harus berjauhan seperti itu," katanya.

Dia masih berharap ada kebijakan. Namun bila masih tetap, dirinya tak ragu untuk mundur saja dan dekat keluarganya. (banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved