Berita Banjarmasin

DPRD Kalsel Batal Hadiri Undangan Kunker ke Eropa Utara, Ternyata Ini Penyebabnya

Wacana keberangkatan Wakil Rakyat Kalsel memenuhi undangan Kedutaan Indonesia di Finlandia dan Estonia dalam waktu dekat dipastikan batal.

DPRD Kalsel Batal Hadiri Undangan Kunker ke Eropa Utara, Ternyata Ini Penyebabnya
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Kepala Bagian Persidangan Sekretariat DPRD Provinsi Kalsel, M Jaini. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Wacana keberangkatan Wakil Rakyat Kalsel memenuhi undangan Kedutaan Indonesia di Finlandia dan Estonia dalam waktu dekat dipastikan batal.

Hal ini dibenarkan Kepala Bagian (Kabag) Persidangan Sekretariat DPRD Provinsi Kalsel, M Jaini.

Menurut M Jaini, setelah pihaknya mendapatkan arahan dari Pimpinan DPRD Provinsi Kalsel, diputuskan DPRD Provinsi Kalsel akan melewatkan undangan dari Kedutaan Indonesia untuk Finlandia dan Estonia yang dijadwalkan pada 7-9 Pebruari 2020.

Dijelaskan M Jaini, keputusan tersebut diambil mempertimbangkan masih padatnya agenda kedewanan pada Bulan Pebruari 2020.

Selain itu, waktu keberangkatan yang mepet juga menurutnya membuat sulit untuk merealisasikan keberangkatan Wakil Rakyat Kalsel memenuhi undangan tersebut.

NEWSVIDEO : Mantan Sekretaris KNPI Tanahlaut Duduk Jadi Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi

Siring 0 Kilometer Banjarmasin Kalsel, Tak Hanya Jogging Tapi Juga Dijadikan Spot Foto Prewedding

Heboh Ciuman Veronica Tan ke Lelaki Ini Pasca Ahok BTP - Puput Nastiti Devi Unggah Foto Bayi Yosafat

Ayu Ting Ting dan Calon Suami Mulai Klik Bulan Depan Kata Sosok Ini, Didi Riyadi atau Robby Purba?

Pasalnya, permohonan izin dan rekomendasi bagi Wakil Rakyat untuk melakukan perjalanan dinas ke luar negeri harus sudah masuk paling lambat 14 hari sebelum agenda keberangkatan.

"Bulan Pebruari masih padat agenda kedewanan dan soal waktu, di Kemendagri harus masuk 14 hari permohonan sebelum keberangkatan untuk disetujui. Jadi oleh Pimpinan diputuskan tidak berangkat," kata M Jaini.

Menurut M Jaini, setelah pihaknya konsultasikan undangan dari Kedutaan Indonesia di Finlandia tersebut ke Kementrian Dalam Negeri, memang jika keberangkatan Wakil Rakyat memenuhi undangan tersebut terealisasi maka masuk dalam kategori kunjungan kerja studi banding.

Dimana sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2016 Tentang Pedoman Perjalanan Dinas Luar Negeri Bagi ASN Kemendagri dan Pemda, Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah, Pimpinan dan Anggota DPRD, perjalanan dinas ke luar negeri dengan kategori ini, hanya diperbolehkan keberangkatan maksimal untuk lima orang.

Sebelumnya, wacana keberangkatan para Wakil Rakyat ke Negara di Eropa Utara untuk penuhi undangan Kedutaan tersebut diagendakan untuk belajar sekaligus mempromosikan upaya penanganan kawasan hutan di Banua bersama SKPD terkait di Pemerintah Provinsi Kalsel.

Jembatan Gantung di Desa Babayau Ambruk, Disinyalir Ada Kesalahan Perencanaan dan Pelaksanaan

Sindiran Addie MS Jelang Pernikahan Kevin Aprilio dan Vicy Melanie, Suami Memes Ingin Ini

Putri Delina Jadi Pengganti Lina Diucap Sosok Ini, Heboh Sikap Adik Rizky Febian ke Teddy, Sule?

Kedatangan DPRD Provinsi Kalsel sebagai lembaga Legislatif diproyeksikan dapat membawa dampak besar dan tak hanya menunjukkan upaya Kalsel tapi juga Indonesia untuk memerangi kampanye hitam yang didengungkan Uni Eropa terhadap industri kelapa sawit Indonesia.

Dukungan DPRD Kalsel dengan hadir ke Eropa dinilai dapat membantu menunjukkan bahwa perhatian Pemerintah Indonesia termasuk di Kalsel terhadap kelestarian hutan serius sekaligus menjawab tuduhan Uni Eropa bahwa industri kelapa sawit di Indonesia dibangun dari konversi hutan adalah hal yang keliru. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved