Berita HSS

NEWSVIDEO : Blanko KTP-E HSS Tinggal Lima Keping, Pemohon Terpaksa Diberi Surat Keterangan

NEWSVIDEO : Blanko KTP-E HSS Tinggal Lima Keping, Pemohon Terpaksa Diberi Surat Keterangan.

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - NEWSVIDEO : Blanko KTP-E HSS Tinggal Lima Keping, Pemohon Terpaksa Diberi Surat Keterangan.

Pasca Pemilu April 2019 lalu, kekosongan blanko KTP-E terjadi di seluruh Tanah Air, termasuk Kalsel. Hal tersebut juga dialami Dinas kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Sampai Selasa (14/1/2020), blanko di Kantor Disdukcapil HSS tinggal lima keping. Sesuai arahan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil, Kementerian Kependudukan dan Catatan Sipil, untuk sementara daerah-daerah bisa mengeluarkan surat keterangan.

Surat keterangan, dapat digunakan sebagai pengganti KTP-E, atau identitas sementara yang berlaku dalam jangka waktu tertentu, hingga blanko kembali tersedia.

NEWSVIDEO : Pelayanan Kesehatan di Kotabaru Dikeluhkan, Dokter Anak Masih Meminjam Dari Tanahbumbu

Latihan Perdana Barito Putera Jelang Liga 1 2020 di Stadion Demang Lehman Hanya Diikuti 15 Pemain

Heboh Ciuman Veronica Tan ke Lelaki Ini Pasca Ahok BTP - Puput Nastiti Devi Unggah Foto Bayi Yosafat

Ayu Ting Ting dan Calon Suami Mulai Klik Bulan Depan Kata Sosok Ini, Didi Riyadi atau Robby Purba?

Kepala Disdukcapil HSS Suriani, didampingi Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil, Hairin Fahmi, ditemui banjarmasinpost.co.id, Selasa (14/1/2020) menjelaskan, ada sebanyak 1.135 pemohon KTP-E yang sudah melakukan perekaman atau kategori print ready record (PRR).

Sisanya, diberi surat keterangan, sebanyak 14.479 pemohon. Sedangkan blanko tersedia hingga Selasa, tinggal lima keping. Pada 2020 jelas Hairin, sudah ada pengaadan dari pihak kementerian, namun daerah harus mengambil sendiri ke Kantor Dirjen Dukcapil di Jakarta.

“Saat ini anggaran kami untuk perjalanan dinas belum turun. Tapi akan kami atasi dengan dana talangan pribadi, untuk berangkat ke Jakarta demi mempercepat pelayanan dan pemohon segera memilki KTP-E,”kata Suriani.

Dijelaskan, sesuai surat edaran Kementerian Dukcapil kepada Dinas Dukcapil se-Indonesia, bagi dearah yang blanko KTP-E nya habis atau tinggal sedikit, diminta segera mengambil ke kantor pusat di Jakarta. Sedangkan penggunaan blanko diprioritaskan untuk mencetakkan KTP pemohon kategori PRR, mencetak akibat perubahan elemen data, mengganti yang hilang, atau rusak akibat bencana, dan bukan bencana, dengan prioritas poin 1,2 dan 3.

“Kami dilarang mencetak KTP-E untuk pengganti KTP-E yang ada tanggal kedaluarsanya menjadi seumur hidup. Sebab, jika itu dilakukan blako KTP E tidak akan cukup karena ada sekitar 140 juta keping se-Indonesia yang dicetak, ada masa kedaluarsanya,”tambah Hairin.

Pihaknya berharap, masalah minimnya ketersediaan blanko ini segera teratasi. Meski demikian, pelayanan pemberian identitas kependudukan, jelas Hairin tetap dilakukan.

Terhadap pemohon yang bukan prioritas pun diberikan surat keterangan yang oleh pihak Dirjen Dukcapil sudah mengeluarkan surat edaran, agar lembaga atau instansi pemerintah maupun swasta agar tak ragu menerima surat keteragan tersebut. “Kami juga meminta masyarakat memaklumi kondisi ini. Yang jelas, semua pemohon tetap diberikan pelayanan, hingga blanko tersedia kembali, segera kami lakukan pencetakan,”kata Hairin.

Untuk perekaman KTP E- , dari 235.011 jumlah penduduk HSS, ada 170.834 wajib KTP. Penduduk wajib KTP yang telah melakukan perekaman sebanyak 163.494 atau sudah 96 persen.

Sisanya tinggal 4 persen atau sekitar 7.455 yang belum direkam identitasnya. Adapun KTP-E yang sudah dicetak blankonya sebanyak 135.860. Sedangkan kepemilikan akta usia 0-18 tahun sudah 93 persen, dan pencetakan Kartu Identitas Anak sudah 92 persen.

(banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved