Berita Balangan

NEWSVIDEO : DPRD Balangan Sinyalir Ada Kesalahan Pembuatan Jembatan Gantung Desa Babayau Jadi Ambruk

NEWSVIDEO : DPRD Balangan Sinyalir Ada Kesalahan Pembuatan Jembatan Gantung Desa Babayau Hingga Ambruk.

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - NEWSVIDEO : DPRD Balangan Sinyalir Ada Kesalahan Pembuatan Jembatan Gantung Desa Babayau Hingga Ambruk.

Tumpukan bambu terhenti di tengah aliran sungai Balangan, Desa Babayau, Kabupaten Balangan, Kalsel. Rupanya hal itu disebabkan tali tembaga jembatan gantung yang ambruk pada Sabtu (11/1/2020) kemaren masih membentang.

Pantauan Banjarmasinpost.co.id, Selasa (14/1/2020), tak telihat satu pun orang melakukan pembersihan jembatan tersebut. Namun sebelumnya, sejumlah tukang dan warga bekerjasama mengambil papan jembatan.

Informasi dari warga setempat yang juga melihat jembatan ambruk itu, pembersihan memang tidak dilakukan pada hari itu. Rencananya, puing jembatan juga akan dibersihkan dari sungai.

Konon Ditemukan Pertamakali Tumbuh Diatas Pegunungan Meratus, Kini Beras Hitam Ditanam Petani Piani

Putri Delina Jadi Pengganti Lina Diucap Sosok Ini, Heboh Sikap Adik Rizky Febian ke Teddy, Sule?

Heboh Ciuman Veronica Tan ke Lelaki Ini Pasca Ahok BTP - Puput Nastiti Devi Unggah Foto Bayi Yosafat

Kejanggalan Akikah Bayi Baim Wong & Paula Verheoven, Sohib Raffi Ahmad Khawatirkan Kiano Begini

Jembatan yang baru dibangun pada 2019 itu pun kini sudah tak bisa lagi digunakan. Warga yang menyeberang kembali menggunakan jembatan gantung lama yang berada tepat di samping jembatan baru. Terlebih, pembangunan jembatan menggunakan dana desa pada anggaran tahun 2019.

Senin (13/1/2020) kemaren, Komisi III DPRD Balangan melakukan peninjauan ke lokasi jembatan ambruk tersebut. Hasilnya, diketahui, ambruknya jembatan karena angkur yang putus dan dianggap tidak mampu menahan beban dari badan jembatan tersebut.

Melihat itu pula, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Balangan, Erly Satriana mengatakan, disinyalir ada kesalahan pada proyek pembangunan jembatan tersebut. Baik pada proses fisik, maupun pelaksanaannya.

"Kalau kami lihat dari perencanaan awal sudah ada kesalahan, begitu pula pelaksanaannya. Sehingga masih belum selesai pengerjaan, sudah dilewati masyatakat," ujar Erly.

Namun ucap Erly, karena pembangunan menggunakan dana desa dan bersumber dari APBN, pihaknya pun akan mempelajari mengenai kewenangan dan rujukan dari proses tersebut.

Pada kondisi itu pula, Erly menyarankan agar kepala desa menggunakan pendamping desa yang mengerti tekhnis. Khususnya pembangunan fisik. Sehingga ke depan bisa meminimalisir kesalahan pembuatan bangunan yang terjadi.

Terlebih ia mendapatkan informasi kalau pendamping desa di Desa Babayau memang ada, namun tidak sesusai basic pada pembangunan fisik. Padahal menurutnya kemampuan tekhnis di lapangan sangatlah diperlukan untuk pembangunan fisik tersebut.

(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved