Berita Banjarmasin

NEWSVIDEO : Komisi III DPRD Banjarmasin Desak Kasus Pencemaran Oli di Sungai Martapura Diusut Tuntas

Pada Selasa (14/1/2020) siang tadi sejumlah anggota DPRD Kota Banjarmasin meninjau sumber pencemaran oli

BANJARMASINPOST.CO.ID.BANJARMASIN - Pencemaran Sungai Martapura atas keberadaan oli di Jalan Kapten Piere Tendean Kota Banjarmasin Kalsel sampai Selasa (14/1/2020) ini terus menjadi perhatian oleh sejumlah pihak.

Bahkan bila sebelumnya penindakan tegas datang dari aparat kepolisian dan dinas lingkungan hidup saja yang juga melakukan penyegelan terhadap lahan penyimpanan oli tersebut baru-baru tadi.

Pada Selasa (14/1/2020) siang tadi sejumlah anggota DPRD Kota Banjarmasin terutama melalui Komisi III nya pun juga turut terpantik untuk turun ke lapangan.

Menggunakan sebuah mobil hitam berjenis minibus mereka yang tiba sekitar pukul 11.00 tadi langsung mendatangi dan meninjau setiap sudut terdampak pencemaran oli.

Salah satunya yang turut memantik perhatian mereka tersebut yaitu keberadaan saluran drainase di sisi Jalan Kapten Piere Tendean Kota Banjarmasin Kalsel.

Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin Minta DLH Hentikan Ambil Oli yang Cemari Sungai Karena Alasan Ini

Polisi Cegat Mobil Tersangka Pengedar Sabu di Pulau Telo Kabupaten Kapuas Kalteng

Kejutan Adik Rizky Febian ke Suami Lina Teddy, Pasca Mantan Istri Sule Meninggal Dunia

Ulah Syahnaz & Jeje Tempati Kamar Raffi Ahmad & Nagita Slavina Pasca Lahiran Berujung Masalah

Pasalnya, pasca pencemaran oli yang turut hanyut masuk ke dalam saluran tersebut membuat genangan air menghitam lantaran didominasi oleh keberadaan cairan oli.

" Kalau saya melihat, ini sebetulnya bukan pencemaran lagi tapi memang ada unsur kesengajaan untuk mencemari. Jadi perlu diusut tuntas," pungkas Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Afrizaldi.

Sedangkan Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Isnaini yang juga turut dan bahkan memimpin langsung peninjauan siang tadi sempat meminta kepada petugas DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kota Banjarmasin agar tidak mengangkat cairan oli yang terlanjur tercemar.

Hal itu menurutnya karena selain bisa mengurangi dampak pencemaran, juga menghilangkan barang bukti atas tindak pidana pelaku kejahatan bersangkutan.

" Iya, kalau menurut rasa sih jangan diangkatlah (cairan oli, red). Karena kalau diangkat kan otomatis dari segi pencemaran, terutama di sana akan berkurang , " ujarnya seraya menunjuk ke arah sungai.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved