BPost Cetak

Warga Nateh Terus Perjuangkan Meratus, 1.507 Ha Hutan Desa Terdaftar di Kemenhut

Mahkamah Agung (MA) mengabulkan gugatan Walhi Kalimantan Selatan terhadap izin pertambangan PT Mantimin Coal Mining (MCM)

Warga Nateh Terus Perjuangkan Meratus, 1.507 Ha Hutan Desa Terdaftar di Kemenhut
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Kondisi Terkini Desa Nateh, Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten HST. Mahkamah Agung mengabulkan gugatan Walhi terhadap SK operasi produksi PT MCM dan Menteri ESDM perihal izin tambang batubara di wilayah Hulu Sungai Tengah. Khususnya di Desa Nateh, Batutangga dan Pembakulan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI  - Seorang ibu terlihat mengambil air sungai di kaki sebuah bukit di pegunungan Meratus, Senin (13/1). Dia mengambilnya dengan menggunakan beberapa jeriken.

“Untuk minum,” katanya kepada BPost. Air sungai itu begitu jernih hingga cukup layak untuk dikonsumsi.

Namun kejernihan air sungai itu bisa saja berubah jika pertambangan batu bara di Kecamatan Batang Alai Timur Kabupaten Hulu Sungai Tengah jadi berlangsung.

Mahkamah Agung (MA) mengabulkan gugatan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Selatan terhadap izin pertambangan PT Mantimin Coal Mining (MCM) yang dikeluarkan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pasca Bunuh Hakim Jamaluddin, Terungkap Zuraidah Hanum Rencanakan Menikah dengan Eksekutor

Serahkan Soal SKD CPNS, Mendikbud Nadiem Harapkan Terjaring Smart ASN

Ulah Syahnaz & Jeje Tempati Kamar Raffi Ahmad & Nagita Slavina Pasca Lahiran Berujung Masalah

Tubuh Montok Syahrini Saat Liburan di Los Angeles Disorot, Istri Reino Barack Pamer Ini Pagi Hari

Putusan MA tersebut tentu saja disambut gembira terutama oleh warga Desa Nateh, Batutangga dan Pembakulan, yang masuk kawasan pertambangan.

Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Nateh, Arbaini, mengaku senang mendengar keberhasilan perjuangan Walhi Kalsel melindungi Pegunungan Meratus dari penambang. Soalnya apabila ada pertambangan, mata pencaharian utama warga sebagai petani karet bisa hilang. Bisa saja kebun tercemar atau dibeli oleh penambang.

Selain itu, menurut Arbaini, yang akrab disapa Abah Nateh, kondisi sungai akan tercemar limbah tambang. Demikian pula bendungan. Padahal keduanya merupakan sumber air bersih untuk warga HST.

“Pada aliran sungai di Desa Nateh terdapat bendungan yang juga membantu pengairan pertanian warga desa lain dan dimanfaatkan warga HST. Apabila ada tambang, maka itu akan merusak air bersih,” ucap Arbaini saat ditemui, kemarin.

Semua ini pernah disampaikan Arbaini saat menjadi saksi dalam persidangan perkara penolakan pertambangan di daerahnya. Kepada majelis hakim, ia menjelaskan kondisi desa, dampak apabila adanya pertambangan serta menjawab pertanyaan sesuai apa yang dia ketahui.

“Di pegunungan ini bukan hanya ada batu bara, melainkan juga emas dan besi,” sebutnya. Oleh karena itu banyak yang mengincar kawasan ini. Jika ada satu saja penambang diperbolehkan maka akan banyak penambang lain dagang.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved