Dibalik Budaya Mawarung di HSS

Ada Warung Namanya Komisi X, Pengujungnya Berbagai Profesi, Wakil Bupati HSS Pun Datang Malam-malam

Ada Warung Namanya Komisi X, Pengujungnya Berbagai Profesi, Wakil Bupati HSS Pun Datang Malam-malam

Ada Warung Namanya Komisi X, Pengujungnya Berbagai Profesi, Wakil Bupati HSS Pun Datang Malam-malam
banjarmasinpost.co.id/hanani
Salah satu warung di kawasan Jalan Aluh Idut Kandangan yang ramai pengujung pagi, siang hingga malam hari. Selain menyajikan menu sarapan dan kue tradisional, warung ini juga menyajikan rujak atau pencok. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN- Budaya mewarung di Hulu Sungai, khususnya di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), tak lepas dari budaya masyarakat HSS yang rakat (akrab) dan suka bermufakat (sepakat setelah tukar pendapat).

Warung tak sekedar tempat makan, tapi juga jadi tempat ngobrol yang asyik tempat diskusi dan berbagi informasi antara pengunjung.

Bahkan, pada tahun 2000-an di Kota Kandangan sebagai ibukota kabupaten pernah ada warung legendaris.

Namanya warung mama Fuad, yang letaknya di jalan Panglima Batur Kandangan. Beda dengan warung umumnya yang dijadikan tempat sarapan. Warung ini justru ramai pada malam hari, selepas waktu salat isya.

Tak hanya menunya yang menarik, yaitu kue lupis, kolak pisang, apam serabi, lapat, laksa, lontong serta menu makan malam berupa nasi lengkap dengan laukpauknya. Daya tarik lainnya adalah pengujung yang hadir. Mereka dari kalangan berbagai profesi.

Di Desa Lebih Ramai, Warga Perkotaan di HSS Malah Pindah ke Warung Malam karena Ada yang Cantik

Tradisi Unik Warga Hulu Sungai Selatan, Menjalin Silaturahmi & Persaudaraan saat Santap Lontong

Ritual Teddy & Lina, Mantan Istri Sule Tiap Jumat Terungkap, Ibu Rizky Febian & Delina Lakukan Ini

Ada yang kerja di bank, wartawan, anggota DPRD, PNS, TNI, Polri hingga pejabat daerah HSS. Bahkan, tahun 2004-an itu Wakil Bupati HSS almarhum Bahdar Johan pun hampir tiap malam ke warung tersebut sambil mendengarkan pendapat warga tentang program pemerintahan.

Karena pengujungnya dari berbagai kalangan, dan warung tersebut jadi ajang berbagi informasi, diskusi hingga ngobrol politik itulah warung Mama Fuad punya sebutan lain. Yaitu Warung Komisi X.

Semacam komisi di DPRD, namun dengan berbagai bidang yang dibahas. “Namun, warung itu sekarang sudah tutup, dan pemiliknya beralih ke usaha lain,” kata Hasan, yang mengaku dulu sering bergabung di warung komisi X tersebut, karena ramai dan banyak mendapatkan informasi selain menyajikan makanan tradisional yang enak.

Warga Perkotaan di HSS Lebih Senang ke Warung Malam

Warung sering menjadi pertemuan antarwarga, khususnya di kampung-kampung sehingga menjadi ajang silaturahim.

Halaman
123
Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved