Pengrajin Alat Musik Tradisional

Darah Seni Menurun dari Ayah, Zulpi Mengekspresikannya dengan Menciptakan Alat Musik Tradisional

Tidak dapat dipungkiri di era sekarang, alat musik modern lebih diminati dibandingkan alat musik tradisional.

Darah Seni Menurun dari Ayah, Zulpi Mengekspresikannya dengan Menciptakan Alat Musik Tradisional
istimewa
Zulpi Hendra dan alat musik tradisional buatannya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Tidak dapat dipungkiri di era sekarang, alat musik modern lebih diminati dibandingkan alat musik tradisional.

Namun usaha pembuatan alat musik tradisional Kalimantan masih tetap bertahan di tengah perkembangan gaya hidup modern.

Salah satu pengrajin alat musik tradisional Kalimantan yang masih bertahan adalah Zulpi Hindra (29).

Pengrajin asal Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) ini aktif membuat alat musik tradisional di antaranya Babun (alat musik dari Kalimantan Utara yang berbentuk seperti gendang) dan Panting (alat musik seperti gitar dari Kalimantan Selatan).

Ilmu membuat alat musik diperoleh Zulpi secara turun temurun.

VIRAL Tepuk Pramuka Berbau SARA, Ada Yel-yel Islam Islam Yes, Kafir-kafir No, Begini Kata Sri Sultan

Balasan Ussy Sulistiawaty Saat Nikita Mirzani Ngamuk ke Andhika Pratama, Billy Syahputra Ucap Ini

Tradisi Unik Warga Hulu Sungai Selatan, Menjalin Silaturahmi & Persaudaraan saat Santap Lontong

Berbekal kemampuan hasil ajaran orangtuanya, Zulpi memproduksi alat-alat musik tradisional di sebuah bengkel kerja di belakang rumahnya.

"Dulu sering membantu ayah membuat alat musik tradisional, setelah beliau wafat, saya meneruskan usahanya," jelasnya kepada BPost pada Minggu (12/1).

Kebanggaan tersendiri pun diperolehnya, saat alat musik hasil karyanya digunakan para seniman terkenal banua untuk mengisi acara nasional hingga internasional.

"Bangga sekali saat alat musik saya digunakan para seniman Banua, salah satunya Lupi Anderiani, pemeran film Pangeran Antasari," jelasnya.

Enam tahun sudah Zulpi melanjutkan usaha orangtuanya. Dia bersyukur, tempat usahanya yang beralamat di Jalan Telaga Ratu Barabai Hulu Sungai Tengah (HST) ini tidak sepi dari pelanggan, bahkan setelah ayahnya, A W Syarbaini yang juga merupakan seniman banua tiada.

Halaman
123
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved